• Kamis, 29 Januari 2026

Kodam XXI/Radin Inten Launching Aplikasi Centurion 21, Perkuat Pendampingan Pertanian Berbasis Digital

Kamis, 29 Januari 2026 - 16.11 WIB
52

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, saat menyampaikan arahannya dalam acara Peluncuran aplikasi Centurion 21 dan Lapor Pangdam di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten resmi meluncurkan aplikasi Centurion 21 dan Lapor Pangdam sebagai upaya memperkuat pendampingan program ketahanan pangan dan sektor pertanian berbasis digital di Provinsi Lampung.

Peluncuran aplikasi tersebut digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan sejumlah perguruan tinggi negeri di Provinsi Lampung Kamis (29/1/26).

Aplikasi Centurion 21 merupakan inovasi digital pertama di lingkungan TNI AD yang dirancang untuk mendukung pendataan, pemetaan, serta pendampingan sektor pertanian secara terintegrasi.

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan bahwa aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tersebut difokuskan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Melalui aplikasi ini, kami mendata berbagai sektor pertanian yang ada di wilayah. Data tersebut menjadi dasar dalam membantu upaya ketahanan pangan,” ujar Kristomei saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, Centurion 21 berfungsi membantu Babinsa dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Dengan aplikasi tersebut, Babinsa dapat memetakan wilayah yang sesuai untuk pengembangan tanaman pangan seperti padi, sektor perkebunan, hingga potensi perikanan dan peternakan.

Selain sebagai alat pendampingan, Centurion 21 juga dimanfaatkan sebagai sarana pelaporan dan kontrol terhadap kinerja Babinsa di lapangan.

“Ini juga menjadi alat kontrol kami terhadap kinerja prajurit di wilayah. Data yang dikumpulkan nantinya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Kristomei menegaskan, Kodam XXI/Radin Inten mendorong seluruh pengambilan keputusan berbasis pada data yang akurat dan terukur.

Selain Centurion 21, Kodam XXI/Radin Inten juga meluncurkan aplikasi Lapor Pangdam sebagai bentuk keterbukaan informasi dan partisipasi publik.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait kinerja Babinsa di wilayahnya masing-masing sebagai bahan evaluasi institusi.

Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat melaporkan berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti jalan rusak, jembatan putus, maupun permasalahan sosial lainnya.

“Laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti dan hubungkan dengan stakeholder terkait agar bisa segera ditangani,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kodam XXI/Radin Inten juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi prajurit TNI untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di lapangan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Dengan kolaborasi ini, akan tercipta sinergi antara TNI, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah,” katanya.

Pangdam menambahkan, pengembangan aplikasi Centurion 21 berangkat dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan nasional.

“Dari arahan tersebut, kami menginisiasi aplikasi yang dapat membantu Babinsa berperan sebagai pendamping dan penyuluh pertanian bagi para petani di wilayah binaannya,” jelasnya.

Saat ditanya terkait keamanan data dalam penggunaan aplikasi tersebut, Mayjen Kristomei memastikan tidak akan terjadi kebocoran data.

Ia menegaskan bahwa seluruh data penting yang tersimpan di dalam aplikasi Centurion 21 hanya dapat diakses oleh pihak internal Kodam XXI/Radin Inten sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Keamanan data menjadi perhatian utama kami. Akses terhadap data-data penting dibatasi dan hanya dapat digunakan oleh pihak yang berwenang,” pungkasnya. (*)