• Kamis, 29 Januari 2026

47 Mahasiswa Universitas Saburai Jalani Misi Kemanusiaan di Pesisir Selatan Sumbar

Kamis, 29 Januari 2026 - 11.53 WIB
18

Pelepasan 47 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai oleh Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, pada Kamis (29/1/26) pagi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 47 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) diberangkatkan untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Nagari Duku, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Program tersebut difokuskan pada kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pelepasan mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, pada Kamis (29/1/26) pagi.

Dalam sambutannya, Dr. Sodirin menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab serta kedisiplinan selama berada di lokasi pengabdian.

“Kalian berangkat untuk mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan. Cepat beradaptasi, jaga sikap, dan patuhi seluruh kesepakatan yang telah ditetapkan,” kata Sodirin.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan selama menjalankan kegiatan di lapangan. “Sesuaikan aktivitas dengan kondisi di lokasi, jaga pola makan dan kesehatan. Ini merupakan kesempatan untuk belajar mandiri sekaligus menambah pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Universitas Saburai, Novalia, mengatakan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari program resmi pemerintah.

“Program ini didanai oleh Kemendiktisaintek bersama Universitas Saburai. Universitas Saburai menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Lampung yang menerima hibah bantuan program ini. Sementara di wilayah LLDikti Wilayah II, hanya dua universitas yang mendapatkan pendanaan serupa,” jelas Novalia.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa akan didampingi oleh tiga dosen Universitas Saburai guna memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Saburai, Ahmad Bastari, menyebut keberangkatan mahasiswa tersebut juga membawa dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.

“Mahasiswa berangkat dalam kondisi sehat dan telah dibekali berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan pribadi, alat ibadah, hingga bantuan untuk masyarakat di lokasi,” ujar Ahmad Bastari.

Diketahui, sebanyak 47 mahasiswa dari empat fakultas Universitas Saburai akan menjalani kegiatan pengabdian masyarakat selama 20 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 25 Februari 2026. (*)