Realisasi Investasi Tembus Target, Akademisi Sarankan Insentif untuk Investor
Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung mencatatkan kinerja investasi yang impresif sepanjang Januari hingga Desember 2025. Total realisasi investasi mencapai Rp15,195 triliun atau 141,2 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp10,760 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2020.
Menanggapi capaian tersebut serta proyeksi target investasi tahun 2026 sebesar Rp14 triliun, Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan sejumlah langkah strategis agar iklim investasi tetap kondusif dan berkelanjutan.
Menurut Usep, hal paling mendasar yang harus dilakukan pemerintah adalah memberikan insentif kepada investor. Insentif tersebut tidak selalu dalam bentuk fiskal, tetapi juga kemudahan nonfiskal.
“Pertama, tentu pemerintah harus menyediakan insentif bagi para investor. Insentif ini bisa berupa kemudahan prosedur dan persyaratan, serta kepastian hukum, terutama terkait status lahan,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Ia menekankan bahwa kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam keputusan investor menanamkan modalnya, terutama untuk investasi jangka panjang.
Selain itu, Usep menyebut investor juga membutuhkan jaminan ketersediaan energi, bahan baku, dan tenaga kerja yang memadai. Tanpa dukungan tersebut, biaya produksi berpotensi meningkat dan mengurangi daya tarik investasi.
“Investor juga perlu kepastian bahwa energi tersedia, bahan baku mudah diakses, dan tenaga kerja siap serta kompeten,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, ia menilai sarana dan prasarana pendukung harus terus dibenahi. Kondisi jalan, konektivitas antarwilayah, hingga akses ke kawasan industri dinilai sangat menentukan kelancaran aktivitas usaha.
Tak kalah penting, Usep mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat digitalisasi sistem pelayanan investasi. Dengan sistem yang terintegrasi dan transparan, calon investor dapat lebih mudah memperoleh informasi serta mengurus perizinan.
“Digitalisasi itu penting agar calon investor bisa mengakses informasi dengan cepat, mudah, dan transparan,” tambahnya.
Dengan kombinasi insentif, kepastian hukum, infrastruktur yang memadai, serta layanan berbasis digital, Usep optimistis Lampung mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus mencapai target investasi tahun 2026. (*)
Berita Lainnya
-
Kanwil Kemenag Lampung: Ada Kendala Jaringan Internet di Daerah Saat Tes Kompetensi Akademik
Rabu, 28 Januari 2026 -
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Luncurkan Buku Antologi Whisper from Desa Payungi
Rabu, 28 Januari 2026 -
Polri di Bawah Presiden Disorot, Pengamat Ingatkan Risiko Intervensi Politik
Rabu, 28 Januari 2026 -
Kadis Parekraf Lampung Bobby Irawan Mengundurkan Diri
Rabu, 28 Januari 2026









