• Rabu, 28 Januari 2026

Isak Tangis Pecah Iringi Pemakaman Pratu Febry di Bandar Lampung

Rabu, 28 Januari 2026 - 15.30 WIB
29

Pemakaman Pratu Febry Bramantio, anggota Batalyon 9 Marinir BS Lampung yang gugur dalam musibah tanah longsor di Cisarua diiringi isak tangis keluarga. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman Pratu Febry Bramantio, anggota Batalyon 9 Marinir BS Lampung yang gugur dalam musibah tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Almarhum dimakamkan di TPU Gang Jeruk, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Rabu (28/1/2026).

Jenazah tiba di rumah duka di Jalan Sam Ratulangi sekitar pukul 12.05 WIB. Setelah diserahkan secara kedinasan kepada pihak keluarga dan disalatkan, prosesi pemakaman dilanjutkan sekitar pukul 13.08 WIB dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara.

Suasana haru pecah saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Kedua orang tua Pratu Febry bersama tiga adiknya tampak tak kuasa menahan air mata. Sejumlah rekan sesama prajurit, keluarga besar, serta warga sekitar turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Pratu Febry merupakan satu dari empat personel yang meninggal dunia akibat longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Saat kejadian, para prajurit tengah menjalani kegiatan latihan di kawasan perbukitan tersebut.

Paman almarhum, Harianto, mengenang keponakannya sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

"Febry itu orangnya supel, bergaul dengan masyarakat banyak. Makanya teman-temannya yang datang tak putus-putus untuk berbelasungkawa," ujar Harianto.

Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum memiliki rencana menikah dalam waktu dekat. Kekasih Pratu Febry diketahui berdomisili di Bandung, Jawa Barat.

Menurut pihak keluarga, setelah menerima kabar terjadinya longsor, mereka sempat menggelar doa bersama berupa yasinan dan tahlilan, dengan harapan Febry ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, kabar duka akhirnya datang setelah kesatuan mengonfirmasi bahwa Pratu Febry menjadi salah satu korban yang gugur.

Bencana longsor di wilayah Cisarua dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Material tanah dan bebatuan dilaporkan menimbun lokasi latihan, sehingga menyebabkan sejumlah personel meninggal dunia.

Hingga kini, empat anggota TNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut telah dimakamkan di daerah asal masing-masing. (*)