Rekam Jejak Inspektur, Kadiskes dan Kadis Damkarmat Tanggamus yang Baru
Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi saat melantik tiga pejabat baru, pada Senin, 26 Januari 2026. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Tanggamus - Pelantikan tiga pejabat pimpinan tinggi pratama
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus bukan sekadar rotasi jabatan. Di
balik pengambilan sumpah itu, tersimpan rekam jejak birokrasi yang panjang,
berlapis pengalaman lapangan, manajerial, hingga pelayanan publik.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah oleh
Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi pada Senin, 26 Januari 2026 itu menempatkan
Suhendar Zuber, sebagai Inspektur Daerah, dr. Herry Novrizal, sebagai Kepala
Dinas Kesehatan, dan Firdaus Tarunajaya, sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
dan Penyelamatan (Damkarmat).
Ketiganya bukan figur baru dalam birokrasi Lampung. Rekam jejak mereka
menunjukkan lintasan karier lintas daerah dan lintas fungsi, mulai dari
pemerintahan kewilayahan, pengawasan internal, hingga sektor pelayanan publik.
Suhendar Zuber : Dari Gisting ke Kursi Pimpinan OPD
Nama Suhendar Zuber memiliki keterkaitan langsung dengan Tanggamus. Pada
2006, ia pernah menjabat Camat Gisting, sebuah posisi yang memberinya
pengalaman awal dalam pengelolaan pemerintahan di tingkat tapak.
Setelah itu, kariernya berlanjut di berbagai posisi strategis. Ia tercatat
pernah menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota
Bandar Lampung, sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama Perumda Way Rilau.
Pengalaman di bidang politik pemerintahan dan pengelolaan BUMD tersebut
membentuk reputasinya sebagai birokrat yang akrab dengan dinamika kekuasaan dan
tata kelola kelembagaan.
Kini, sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Tanggamus, Suhendar memegang peran
krusial dalam sistem pengawasan internal pemerintah daerah, mulai dari audit
keuangan, evaluasi kinerja OPD, kepala Pekon hingga pencegahan penyimpangan administrasi
dan anggaran.
Warga berharap, rekam jejak itu diterjemahkan menjadi pengawasan yang
berani dan terbuka.
"Inspektorat jangan cuma datang kalau ada laporan. Pengawasan itu
harus mencegah, bukan sekadar mencatat,” kata
Mas Anom, tokoh masyarakat Tanggamus
Menurut Ketua Perguruan Paku Banten itu, masyarakat menanti langkah konkret
dalam menindaklanjuti temuan penyimpangan, bukan sekadar rekomendasi di atas
kertas.
Nada serupa disampaikan Panroyen, pengamat kebijakan daerah. Ia menilai
Inspektorat berada di posisi kunci untuk memutus mata rantai praktik birokrasi
yang tidak sehat. “Kalau Inspektorat kuat, OPD lain akan ikut tertib,” ujarnya.
Herry Novrizal: Dokter di Pusat Kebijakan Kesehatan
Berbeda jalur, dr. Herry Novrizal, datang dari dunia kesehatan dan
kebijakan kependudukan. Ia dikenal sebagai dokter yang kemudian menapaki
jenjang birokrasi.
Sebelum ke Tanggamus, Herry Novrizal pernah menjabat Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tulang Bawang.
Pengalaman tersebut menempatkannya di persimpangan isu kesehatan,
kependudukan, dan pelayanan publik.
Selain itu, ia juga tercatat aktif dalam organisasi profesi kedokteran di
Lampung, dan pernah menjabat direktur RS RS Asy-Syifa Medika Kabupaten Tulang Bawang
Barat.
Pelantikannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus membawa
tantangan besar: peningkatan kualitas layanan puskesmas dan rumah sakit daerah,
pemerataan tenaga kesehatan, hingga penanganan masalah kesehatan masyarakat
seperti stunting dan penyakit menular.
Latar belakang medis dan manajerial menjadi modal utama dalam jabatan
barunya.
Pengalaman itu memberi harapan baru bagi warga yang selama ini berhadapan
langsung dengan sistem layanan kesehatan.
"Masalah di rumah sakit itu bukan cuma obat atau gedung, tapi sikap
pelayanan,” ujar Deni, warga Kotaagung yang kerap mendampingi keluarganya
berobat.
Ia berharap kebijakan kesehatan ke depan lebih berpihak pada pasien,
terutama warga kurang mampu.
Seorang tenaga kesehatan di wilayah pesisir Tanggamus menambahkan,
pemerataan layanan menjadi pekerjaan rumah besar. “Jangan semua bagus di kota,
puskesmas di ujung masih tertinggal,” katanya.
Firdaus Tarunajaya: Birokrat Lintas Kabupaten
Sementara itu, Firdaus Tarunajaya, dikenal sebagai birokrat dengan
pengalaman lintas kabupaten. Ia pernah menjabat Sekretaris Dinas Ketahanan
Pangan Kabupaten Pringsewu, sebelum kemudian dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati
Mesuji Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada 2024.
Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya terhadap tata kelola
pemerintahan daerah.
Di Tanggamus, Firdaus kini memimpin Dinas Damkarmat, sebuah perangkat
daerah yang berhubungan langsung dengan keselamatan publik.
Tugasnya tak hanya soal pemadaman kebakaran, tetapi juga operasi
penyelamatan dan respons cepat dalam berbagai kondisi darurat.
Damkarmat menjadi tumpuan saat bencana kecil maupun besar terjadi.
“Kami ini berharap satu hal saja: cepat datang saat darurat,” kata Hj. Ida,
warga Talangpadang yang pernah mengalami kebakaran.
Menurut dia, keterlambatan sering kali memperparah kerugian warga. Ia
menilai Damkarmat perlu diperkuat dari hulu ke hilir, mulai dari armada,
personel, hingga edukasi pencegahan. “Pemadaman itu kerja teknis, tapi
keselamatan warga urusan kemanusiaan,” ujarnya.
Masuknya tiga pejabat dengan latar belakang lintas daerah ini dibaca
sebagai langkah awal Bupati Saleh Asnawi dalam memperkuat tiga sektor kunci,
yaitu pengawasan internal, layanan kesehatan, dan keselamatan publik.
Namun, pilihan ini sekaligus membawa konsekuensi. Tantangan adaptasi
terhadap karakter sosial dan geografis Tanggamus menjadi pekerjaan rumah
tersendiri.
Publik kini menunggu, apakah rekam jejak panjang itu akan berujung pada
perubahan nyata dalam tata kelola dan kualitas pelayanan pemerintah daerah. (*)
Berita Lainnya
-
Jalinbar Tanggamus Rusak Parah, Polisi Bersama BPJN Data Titik Rawan Kecelakaan
Selasa, 27 Januari 2026 -
Remaja Perempuan di Tanggamus Dilaporkan Hilang, Polisi Minta Bantuan Masyarakat
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pejabat dari Luar Daerah Masuk Tanggamus, Sekda: Ini Kebutuhan Strategis
Senin, 26 Januari 2026 -
Telan Anggaran Rp5,56 Miliar, Jalan Sedayu–Tugu Papak Tanggamus Rampung Dibangun
Senin, 26 Januari 2026









