• Senin, 26 Januari 2026

Sambil Menangis, Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Selamatkan Anak Putus Sekolah

Senin, 26 Januari 2026 - 13.13 WIB
43

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan di SMP Negeri 31 Bandar Lampung, Senin (26/1/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa pendirian Sekolah Siger melalui Yayasan Siger Prakarsa Bunda telah dilakukan melalui prosedur yang benar dan bertujuan mulia, yakni menyelamatkan ribuan anak di Bandar Lampung agar tidak putus sekolah.

Hal tersebut disampaikan Eva Dwiana sambil berurai air mata saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan di SMP Negeri 31 Bandar Lampung, Senin (26/1/2026). 

Di hadapan para guru, camat, lurah, dan undangan, Eva menekankan bahwa seluruh proses pendirian dan penganggaran Sekolah Siger telah melalui mekanisme resmi dan diketahui oleh DPRD Kota Bandar Lampung.

“Agar anak-anak bisa sekolah, semuanya melalui proses. Kami tidak menutup diri untuk menerima masukan dari siapa pun yang memahami aturan, tapi setidaknya kami sudah melakukan prosedur terbaik untuk Sekolah Siger ini. DPR juga tahu dan ini sudah dianggarkan, tidak mungkin anggaran pendidikan dibuat sembarangan,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, Pemkot Bandar Lampung mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan sejumlah sekolah dasar yang sudah tidak terpakai atau kosong, demi memastikan seluruh anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Seluruh fasilitas pendidikan yang diberikan melalui Sekolah Siger pun bersifat gratis.

“Ini tugas pemerintah. Anak-anak kami sekolahkan gratis, kami berikan fasilitas. Apa itu salah?” ucapnya dengan nada emosional.

Eva juga menyampaikan bahwa saat ini para camat dan lurah ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk mendata dan membujuk anak-anak yang telah dua hingga tiga tahun tidak mengenyam pendidikan agar kembali bersekolah melalui program Sekolah Siger.

“Harapan kami, tidak ada lagi anak putus sekolah di Bandar Lampung. Camat dan lurah sedang memantau langsung, mendatangi anak-anak yang tidak mau atau belum sekolah,” katanya.

Di tengah riuh spekulasi publik terkait legalitas Sekolah Siger dan isu penggunaan dana hibah, Yayasan Siger Prakarsa Bunda akhirnya angkat bicara. Yayasan menegaskan bahwa polemik yang berkembang belakangan justru mengaburkan tujuan utama pendirian SMA Siger 1 dan SMA Siger 2, yakni menyelamatkan ribuan anak putus sekolah di Kota Bandar Lampung.

Eva Dwiana pun berharap semua pihak dapat melihat program Sekolah Siger secara objektif dan bersama-sama menjaga semangat kebersamaan demi masa depan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Bandar Lampung.

“Kalau bukan kita yang memperjuangkan anak-anak ini, siapa lagi?” pungkasnya. (*)