REI Sambut Positif Integrasi 8 Desa Jati Agung ke Bandar Lampung, Dinilai Picu Pertumbuhan Properti
Ketua DPD REI Lampung Yulia Gunawan. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - DPD Real
Estate Indonesia (REI) menyambut positif rencana integrasi delapan desa di
Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke dalam wilayah administrasi
Kota Bandar Lampung.
Ketua DPD REI Lampung, Yulia Gunawan,
mengatakan jika kebijakan tersebut akan menjadi katalisator besar bagi
pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor properti dan real estate.
Dari perspektif industri real estate, Yulia
menilai setidaknya terdapat tiga dampak utama yang akan muncul dari integrasi
wilayah tersebut.
"Pertama akselerasi pembangunan
infrastruktur yang dinilai akan semakin meningkatkan daya tarik Jati Agung
sebagai kawasan hunian strategis di wilayah perkotaan," kata dia saat
dimintai keterangan, Senin (26/1/2026).
Kedua, terjadi transformasi pasar properti.
Kecamatan Jati Agung yang selama ini dikenal sebagai wilayah penyangga,
diproyeksikan berkembang menjadi pusat pertumbuhan hunian menengah ke atas.
Hal ini sejalan dengan semakin intensifnya
pembangunan kawasan perkotaan di sekitar Bandar Lampung.
"Jati Agung tidak lagi sekadar daerah
penyangga, tetapi akan tumbuh sebagai kawasan hunian strategis dengan nilai
tambah tinggi," ujar Yulia.
Dampak ketiga adalah lonjakan nilai aset yang
diyakini akan memberikan kepastian keuntungan bagi investor maupun pemilik
lahan.
Saat ini, Yulia mengungkapkan, baik perumahan
subsidi maupun perumahan komersial sudah banyak berdiri di wilayah tersebut dan
menunjukkan tren penjualan yang positif.
REI juga berharap proses transisi
administrasi dan penataan ruang dapat berjalan secara mulus, terarah, dan
berkelanjutan.
"Hal ini penting untuk menjaga iklim
investasi properti tetap stabil dan sehat, sekaligus memberikan kepastian hukum
bagi para pelaku usaha," kata dia.
Berdasarkan pengamatan REI, kawasan Jati
Agung dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah berkembang menjadi salah
satu pusat pertumbuhan properti di Lampung.
Bahkan, sekitar 30 persen perusahaan
pengembang perumahan subsidi di Lampung saat ini beroperasi di wilayah
tersebut.
"Para pengembang sebenarnya sudah
mengantisipasi lebih dulu. Terbukti, permintaan pasar cukup tinggi dan unit
perumahan yang dibangun laku terjual," tutupnya.
Sebelumnya sebanyak delapan desa yang ada di
Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, telah menyatakan persetujuan
untuk bergabung ke Kota Bandar Lampung.
Delapan desa tersebut yakni Desa Purwotani,
Desa Margorejo, Desa Sinar Rejeki, Desa Margo Mulyo, Desa Margodadi, Desa
Gedung Agung, Desa Gedung Harapan, dan Desa Banjar Agung. (*)
Berita Lainnya
-
Sepanjang 2025, Disnaker Lampung Tangani 56 Aduan Terkait Pelanggaran UMP
Senin, 26 Januari 2026 -
Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah, Eva Dwiana: Pendidikan Berkualitas Tingkatkan Daya Saing
Senin, 26 Januari 2026 -
Sambil Menangis, Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Selamatkan Anak Putus Sekolah
Senin, 26 Januari 2026 -
Benny Karya Limantara: Pembangunan Pagar Way Kambas Belum Sentuh Akar Konflik Gajah
Senin, 26 Januari 2026









