• Minggu, 25 Januari 2026

Temui Jokowi, Kades Pematangsawa Tanggamus Diminta Sampaikan Aspirasi Jalan ke Gibran

Minggu, 25 Januari 2026 - 14.32 WIB
118

Para Kepala Pekon di Selatan Pematangsawa Tanggamus bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Solo. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tanggamus - Perjuangan membuka keterisolasian wilayah masih terus dilakukan para kepala pekon di wilayah selatan Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Dengan biaya swadaya dan tekad bersama, mereka bahkan menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Kota Solo, Jawa Tengah, demi memperjuangkan pembangunan jalan tembus Way Nipah–Tampang Muda.

Pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, lima kepala pekon tiba di kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Mereka adalah Kepala Pekon Tampang Muda Hamid, Kepala Pekon Way Asahan Hartono, Kepala Pekon Tirom Hamdan, Kepala Pekon Karang Brak Hendra Gunawan, dan Kepala Pekon Teluk Brak Suyono.

Kedatangan mereka membawa satu tujuan: mencari dukungan agar pembangunan akses jalan yang menghubungkan sembilan pekon di Pematangsawa bagian selatan dapat terus berlanjut.

Selama bertahun-tahun, desa-desa tersebut bergotong royong membuka badan jalan dari Way Nipah hingga Tampang Muda. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan mengandalkan Dana Desa, swadaya masyarakat, serta tenaga warga setempat.

“Perjuangan ini kami mulai dari nol. Jalan yang sebelumnya hanya setapak, kami buka sedikit demi sedikit. Alhamdulillah sekarang badan jalan sudah tembus sampai ke Pedukuhan Pedamaran di Pekon Way Nipah,” ujar Hamid.

Namun, upaya itu terancam terhenti seiring pemangkasan Dana Desa tahun anggaran 2026. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah pekon kesulitan melanjutkan pembukaan dan pengerasan jalan, sementara kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut masih sangat besar.

Kondisi itu mendorong para kepala pekon mencari solusi hingga ke tingkat nasional. Dalam pertemuan dengan Jokowi, mereka memaparkan kondisi riil di lapangan, mulai dari medan yang berat, keterbatasan alat, hingga dampak ekonomi dan sosial akibat akses jalan yang belum memadai.

“Pak Jokowi menerima kami dengan hangat. Kami berdiskusi panjang tentang bagaimana perjuangan sembilan pekon membuka badan jalan Way Nipah ke Tampang Muda, dan bagaimana jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Hamid.

Meski demikian, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan konkret. Jokowi menyarankan agar aspirasi dilanjutkan dengan menemui Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, agar persoalan tersebut dapat dibahas melalui jalur pemerintahan yang sedang berjalan.

Saran itu langsung ditindaklanjuti. Para kepala pekon mendatangi Sekretariat Wakil Presiden RI untuk berkonsultasi. Namun, mereka mendapat informasi bahwa agenda Wakil Presiden pada Senin (26/1/2026) cukup padat dan audiensi belum dapat dipastikan.

“Kami diminta bersurat. Karena belum ada kepastian kapan audiensi bisa dilakukan, kami memilih kembali ke Lampung dan menunggu jadwal,” kata Hamid.

Meski harus pulang tanpa hasil konkret, para kepala pekon menegaskan perjuangan belum berakhir. Perjalanan ke Solo mereka anggap sebagai bentuk kegelisahan desa-desa yang selama ini berjuang sendiri membuka akses wilayah, sementara ruang fiskal justru semakin menyempit.

“Kalau jalan ini tidak dilanjutkan, masyarakat kami tetap terisolasi. Kami berharap negara benar-benar hadir,” ujar Hamid.

Bagi warga, jalan tembus Way Nipah–Tampang Muda bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan urat nadi penghubung antardesa di Pematangsawa Selatan. Terhentinya pembangunan bukan hanya soal tertundanya pengerasan jalan, tetapi juga tentang harapan masyarakat desa agar suara mereka mendapat tempat dalam prioritas pembangunan nasional. (*)