Lantik Pengurus, NasDem Targetkan Lima Kursi Legislatif di Kota Metro
Pelantikan kepengurusan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Metro periode 2025–2029, di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Sabtu (24/1/2026). Foto: Arby/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Metro resmi memasuki babak baru konsolidasi politik. Di balik pelantikan kepengurusan periode 2025–2029, tersimpan target ambisius sekaligus tantangan besar untuk merebut minimal lima kursi legislatif pada Pemilu mendatang dan mengembalikan daya saing partai di tengah ketatnya peta politik lokal.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Metro, Abdulhak, kembali dipercaya memimpin partai berlambang lingkaran biru tersebut.
Ia dilantik bersama Sekretaris H. Ansori dan Bendahara Efril Hadi, serta jajaran pengurus DPD dan DPC se-Kota Metro, di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Sabtu (24/1/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung, Herman HN, yang sekaligus menegaskan pesan ideologis dan strategis kepada seluruh kader bahwa NasDem harus lebih membumi, lebih dekat, dan lebih terasa manfaatnya bagi rakyat.
"Tadi Ketua DPW memberi pesan kepada kami untuk mendekatlah dengan rakyat, berikan kontribusi kepada rakyat, dan komunikasikanlah sebaik-baiknya kepada seluruh anggota NasDem yang ada di Kota Metro,” kata Abdulhak.
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa NasDem tidak ingin terjebak pada rutinitas politik elitis. Abdulhak menyadari, kepercayaan publik tidak bisa diraih hanya lewat spanduk, baliho, atau seremoni pelantikan, melainkan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Saat ditanya mengenai target perolehan kursi legislatif, Abdulhak tak menampik adanya ekspektasi tinggi dari struktur partai di atasnya.
“Targetnya, Ketua DPW berharap minimal lima kursi, syukur kalau bisa lebih. Tentunya kami akan berbuat dengan apa yang bisa kami perbuat untuk rakyat. Kita berharap orang tahu dengan NasDem,” ujarnya.
Target lima kursi bukan angka kecil dalam kontestasi politik Kota Metro yang semakin kompetitif. Target itu menjadi ujian apakah NasDem mampu keluar dari bayang-bayang stagnasi elektoral dan menjawab keraguan publik terhadap partai politik yang kerap hadir hanya menjelang pemilu.
Di titik ini, NasDem Metro dituntut membuktikan bahwa jargon politik tanpa mahar dan restorasi bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam kerja politik yang konsisten, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung, Herman HN, dalam sambutannya menekankan bahwa pengurus daerah tidak boleh berjalan sendiri.
Ia meminta seluruh kader NasDem di Metro bersinergi dan berperan aktif dalam menyukseskan agenda pemerintahan di semua tingkatan.
“Kita harus kerja sama untuk menyukseskan program pemerintah. Di pusat, program Bapak Presiden, di provinsi program Gubernur, dan di Kota Metro program wali kota untuk membantu rakyat dan menyejahterakan rakyat,” tegas Herman.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan NasDem sebagai partai yang memilih jalur kolaborasi ketimbang oposisi simbolik, dengan catatan tetap menjalankan fungsi kontrol politik secara sehat.
Pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai NasDem Kota Metro yang dihadiri jajaran pengurus NasDem se-Lampung, pimpinan partai politik, serta unsur Forkopimda ini adalah titik awal pembuktian bahwa apakah NasDem mampu menjawab ekspektasi rakyat atau justru kembali terjebak dalam rutinitas politik lima tahunan. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Kota Metro Janji Kawal Pembayaran Gaji dan TPG Guru
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Akademisi Soroti Ribuan Guru Belum Digaji, Minta Pemkot Metro Transparan
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Dinas Perdagangan Sidak Tujuh Ritel di Kota Metro, Ini Hasilnya
Jumat, 23 Januari 2026 -
Komisi III DPRD Ingatkan Pemkot Metro Jangan Terjebak Ambisi Percepatan Pembangunan
Jumat, 23 Januari 2026









