• Jumat, 23 Januari 2026

Warga Keluhkan Lampu Penerangan Jalan Jenderal Sudirman Metro Mati

Jumat, 23 Januari 2026 - 11.04 WIB
49

Kondisi puluhan titik PJU di Jalan Jendral Sudirman yang mati. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Metro, menuai keluhan dari masyarakat. Puluhan titik lampu jalan dilaporkan mati, nyala-padam, bahkan rusak total, sehingga membuat salah satu titik di ruas jalan utama kota itu berubah gelap gulita pada malam hari dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sedikitnya terdapat lebih dari 80 unit PJU yang terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari pusat kota hingga wilayah perbatasan Kecamatan Metro Barat.

Namun ironisnya, sekitar 30 unit di antaranya tidak berfungsi optimal. Sebagian lampu hanya menyala sesekali, sementara lainnya mati total. Bahkan, ditemukan sejumlah titik yang hanya menyisakan tiang PJU tanpa lampu, menandakan kerusakan berat yang diduga telah lama dibiarkan.

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa adanya perbaikan yang berarti. Akibatnya, pengendara terpaksa meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintas pada malam hari, terutama di jam-jam sibuk ketika arus lalu lintas masih padat.

Salah seorang pengendara, I’is Sugiarti (34), mengaku hampir setiap hari melintasi ruas Jalan Jenderal Sudirman bersama suaminya. Ia menilai kondisi jalan yang minim penerangan sangat mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan keselamatan.

“Hampir setiap sore, sekitar jam 18.30 sampai jam 8 malam saya dan suami lewat jalur ini. Dan setiap lewat ya gelap. Ada sebagian lampu yang nyala, tapi banyak juga yang mati,” kata dia saat diwawancarai awak media, Kamis (22/1/2026) malam.

Tak hanya soal lampu jalan, persoalan di Jalan Jenderal Sudirman dinilai semakin kompleks. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan, mulai dari aspal berlubang hingga permukaan jalan yang tidak rata.

Kondisi ini diperparah dengan padatnya lalu lintas serta proyek perbaikan trotoar di kawasan pusat kota yang terkesan mangkrak dan tak kunjung rampung.

Gabungan berbagai persoalan tersebut membuat Jalan Jenderal Sudirman, yang seharusnya menjadi wajah utama Kota Metro, justru berubah menjadi jalur rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.

“Jangan lama-lama perbaikannya. Karena selain gelap, Jalan Jenderal Sudirman juga ada yang kondisinya rusak. Kan kalau gelap, susah lihat, dan berisiko kecelakaan,” timpal I’is.

Warga pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Metro dalam melakukan pemeliharaan infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan publik.

Minimnya penerangan jalan dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan lemahnya pengawasan dan perencanaan perawatan fasilitas umum.

Warga berharap, keluhan masyarakat tidak hanya berhenti sebagai laporan, namun benar-benar direspons dengan langkah nyata dan cepat oleh pemerintah daerah.

“Ya saya harap sih keluhan masyarakat soal jalan gelap didengar dan ditindaklanjuti. Bukan hanya di Jalan Jenderal Sudirman, tapi memang banyak jalan di Metro ini yang masih minim penerangan,” cetus Andika, warga lainnya.

Sebagai jalan protokol dan urat nadi aktivitas ekonomi serta mobilitas warga, Jalan Jenderal Sudirman seharusnya menjadi prioritas utama dalam pemeliharaan PJU dan perbaikan jalan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin potensi kecelakaan lalu lintas akan meningkat, sekaligus menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengelolaan anggaran dan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kerusakan PJU maupun rencana perbaikan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Kota Metro. (*)