Dorong Keberlanjutan Pesisir Melalui Program TJSL, PLN UID Lampung Tanam 33.000 Mangrove
Kolaborasi Pegawai PLN UID Lampung, Brigid 4 Marinir, dan masyarakat pesisir dalam Program TJSL penanaman 33.000 mangrove di Marines Eco Park Pesawaran. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Pesawaran - PLN UID Lampung terus mendorong keberlanjutan lingkungan pesisir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan melaksanakan penanaman 33.000 bibit mangrove di wilayah pesisir.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman mangrove yang berlangsung di Marines Eco Park Pesawaran ini berkolaborasi dengan pegawai PLN UID Lampung bersama personel Brigif 4 Marinir, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi langsung dalam proses penanaman.
Sinergi lintas pemangku kepentingan ini memperkuat upaya perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi, erosi, dan dampak perubahan iklim.
Dari unsur masyarakat, kegiatan ini dihadiri Kepala Dusun Warna Sari, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Bapak Sulaeman, Ketua RT 4 Ibu Ismawati, serta tokoh masyarakat A. Subroto dan Junaidi Abdullah.
Keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan.
Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Darma Saputra, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat pesisir.
“Penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem laut, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir dari abrasi dan banjir ROB melalui kolaborasi bersama TNI, pegawai PLN, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 tentang Ekosistem Lautan, yang menekankan perlindungan dan pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan.
“Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ekosistem pesisir, melindungi habitat biota laut, serta menjadi penyangga alami dari degradasi lingkungan,” terangnya.
Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan yang juga di ikuti aktif oleh Srikandi PLN UID Lampung ini juga sebagai bukti penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Sejalan dengan visi transisi energi, mangrove kami pandang sebagai root of energy for sustainability, akar kehidupan yang menopang keseimbangan ekosistem. Melalui penanaman 33.000 mangrove ini, PLN UID Lampung berkomitmen menghadirkan energi yang andal, ramah lingkungan, dan berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Peringati HUT ke-79 Megawati, DPC PDI Perjuangan Pesawaran Gelar Acara 'Merawat Pertiwi'
Jumat, 23 Januari 2026 -
Kejati Telusuri Aliran Dana Korupsi SPAM Pesawaran, Bupati Nanda Indira Diperiksa untuk Ketiga Kalinya
Jumat, 23 Januari 2026 -
Calon Ketua PAC PDI Perjuangan se-Pesawaran Jalani Fit and Proper Test
Senin, 19 Januari 2026 -
Komplotan Maling Bobol ATM di Minimarket Pesawaran, Uang 240 Juta Raib
Sabtu, 17 Januari 2026









