Miskomunikasi, Warga Sempat Hentikan Proyek Pemasangan Tangki Oksigen RS Advent Bandar Lampung
Miskomunikasi, Warga Sempat Hentikan Proyek Pemasangan Tangki Oksigen RS Advent Bandar Lampung. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sejumlah warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung sempat menghentikan aktivitas pengerjaan proyek pemasangan tangki oksigen di Rumah Sakit (RS) Advent, Selasa (20/01/2026) malam.
Aksi tersebut dipicu oleh kurangnya sosialisasi dan gangguan kebisingan akibat pengerjaan alat berat di jam istirahat warga.
Ketua Pemuda Kelurahan Surabaya, yang mewakili warga terdampak, Anggara Senja mengungkapkan bahwa keberatan warga bukan didasari faktor emosional semata, melainkan terkait etika dan dampak lingkungan.
Menurutnya, pengerjaan proyek yang menggunakan alat berat jenis crane dan paku bumi tersebut dilakukan hingga pukul 23.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Seharusnya disosialisasikan dulu dampaknya. Ini alat berat bekerja malam hari tanpa izin warga. Kaca rumah sampai bergetar karena suara bising dan paku bumi. Kami tidak bermaksud menghalangi pembangunan, tapi tolong etika nya, apalagi ini lingkungan padat penduduk," ujar Anggara saat ditemui di lokasi pengerjaan proyek, Rabu (22/1/26)
Ia menambahkan, meskipun pihak rumah sakit mengklaim telah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, nyatanya informasi tersebut tidak sampai ke warga. Namun, setelah dilakukan mediasi, warga akhirnya memahami pentingnya proyek tersebut untuk kebutuhan medis.
"Kami sudah sepakat setelah mediasi di Kelurahan. Kami hanya butuh kejelasan dampak. Pihak RS menjamin pengerjaan hanya dilakukan di siang hari dengan durasi sekitar dua jam saja," imbuhnya.
Baca juga : Beredar Video Warga Memprotes Pembangunan Tabung Gas Oksigen Milik RS Advent Bandar Lampung
Menanggapi gejolak tersebut, Lurah Surabaya, Rustian Ahmad, langsung memfasilitasi pertemuan antara warga, pihak RS Advent, dan vendor pelaksana di kantor kelurahan. Rustian mengakui adanya sumbatan informasi antara pengurus lingkungan (RT) dan warga.
"Memang ada miskomunikasi. Proyek ini adalah pemindahan dan penambahan kapasitas tangki oksigen (Samator). Saat pemindahan dilakukan semalam, warga kaget karena tidak ada 'woro-woro' atau sosialisasi, sehingga terjadi ketegangan," jelas Rustian.
Terkait perizinan, Rustian menyebutkan bahwa pihak RS Advent mengklaim sedang memproses izin pemindahan tempat dari lokasi lama ke area parkir baru. Namun, ia menyayangkan pihak RS belum memberikan tembusan izin resmi ke pihak kelurahan.
"Secara aturan, usaha apapun di wilayah ini harus ada izin lingkungan yang diketahui Lurah. Saya sudah tegur pihak rumah sakit agar ke depan Humas mereka turun langsung ke masyarakat, tidak hanya lewat pamong (RT). Saya juga pastikan tidak ada praktik 'kongkalikong' atau upeti dalam masalah ini," tegasnya.
Di sisi lain, Humas RS Advent Bandar Lampung, Donald Welley, memastikan bahwa situasi saat ini sudah kondusif dan pengerjaan telah dilanjutkan kembali setelah mendapat lampu hijau dari warga.
"Musyawarah sudah selesai dan dipimpin dengan baik oleh Pak Lurah. Warga sudah mempersilakan pengerjaan dilanjutkan. Pemasangan tangki oksigen medis ini sangat krusial untuk menambah kapasitas suplai oksigen bagi pasien di ruang ICU," kata Donald.
Ia juga memastikan proses penempatan tangki menggunakan crane hanya memakan waktu singkat. "Hanya sekitar 5 menit tangki sudah di posisi. Kami berterima kasih atas pengertian warga dan semua pihak yang membantu proses mediasi ini," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Motor Warga Bandar Lampung Digondol Maling dalam Hitungan Detik, Pelaku Terekam CCTV
Rabu, 21 Januari 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Academic Expo, Seminar, dan Tryout, Ratusan Pelajar SMA/SMK Se-Lampung Antusias Ikut Kegiatan
Rabu, 21 Januari 2026 -
PLN UID Lampung Gelar Apel Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Budaya Kerja Aman dan Andal
Rabu, 21 Januari 2026 -
Hadapi Imlek dan Idul Fitri, Disdag Bandar Lampung Siapkan Skema Pasar Murah di 20 Kecamatan
Rabu, 21 Januari 2026









