• Selasa, 20 Januari 2026

Satu Tahun Berjalan, Gubernur Mirzani Bakal Evaluasi Program MBG di Lampung

Selasa, 20 Januari 2026 - 10.47 WIB
26

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dikabarkan bakal melakukan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung pada Selasa (20/1/2026).

Informasi dihimpun kupastuntas.co, Gubernur Mirzani akan turun langsung memimpin kegiatan evaluasi tersebut. Rapat akan digelar di ruang rapat utama Kantor Gubernur Lampung. 

Apalagi, hingga kini masih ada kejadian keracunan maupun komplain dari masyarakat terkait pelaksanaan MBG ini. 

Selain itu, masih banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Provinsi Lampung. 

Rapat juga akan dihadiri jajaran pejabat terkait di pemkab/pemkot se-Lampung melalui virtual meeting. 

Sebelumnya diberitakan, satu tahun pelaksanaan program MBG di Provinsi Lampung telah dinikmati sebanyak lebih dari 2,7 juta orang. Sebanyak 903 SPPG atau dapur MBG sudah beroperasi, namun baru 77 yang memiliki SLHS.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan pelaksanaan program MBG di Provinsi Lampung telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Hingga saat ini, jumlah penerima MBG di Lampung mencapai lebih dari 2,7 juta orang.

Saipul menjelaskan, potensi penerima MBG di Provinsi Lampung sebenarnya sebanyak 2.372.731 orang, terdiri dari siswa 2.021.981 orang, ibu hamil 2.937 orang, ibu menyusui 206 orang, serta balita 347.607 orang.

“Namun realisasi penerima MBG saat ini sudah mencapai 2.788.739 orang atau sekitar 118 persen dari total potensi penerima. Datanya terus bergerak sesuai fakta di lapangan,” kata Saipul, Senin (19/1/2026).

Saipul menerangkan, program MBG di Lampung direncanakan didukung oleh 791 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Namun hingga kini, jumlah SPPG yang aktif telah mencapai 903 unit atau sekitar 114 persen dari rencana.

“Sementara itu, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan hingga saat ini berjumlah 77,” ujar Saipul. (*)