• Selasa, 20 Januari 2026

Geothermal Suoh–Sekincau Diproyeksi Jadi Sumber Pendapatan Baru Lampung Barat

Selasa, 20 Januari 2026 - 11.31 WIB
112

Salah satu proyek jembatan di Way Pagasan, ruas Simpang Mutar Alam–Gunung Terang, dengan pagu anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang dikerjakan oleh CV Flamboyan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejumlah masyarakat di Lampung Barat memberikan apresiasi terhadap kinerja Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, atas upayanya mengeksplorasi potensi panas bumi (geothermal) di wilayah setempat dengan menggandeng PT Star Energy Geothermal Suoh–Sekincau.

Kerja sama tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

Warga menilai pengembangan proyek geothermal tersebut tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Salah satu manfaat yang disorot masyarakat adalah potensi peningkatan pendapatan daerah melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) yang ke depan akan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dedi, warga Kecamatan Air Hitam, mengatakan proyek strategis nasional di sektor panas bumi ini membuka harapan baru bagi masyarakat.

Menurutnya, Lampung Barat selama ini memiliki potensi energi besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan daerah.

“Kalau dikelola dengan baik, geothermal ini bukan hanya soal listrik, tapi juga dampaknya ke pembangunan daerah. Kami sebagai warga tentu berharap hasilnya bisa dirasakan langsung, terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Dedi, saat dimintai keterabgan, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, keberadaan proyek geothermal juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun peningkatan kualitas layanan publik di wilayah sekitar lokasi proyek.

Senada dengan itu, Asep, warga lainnya di Kecamatan Air Hitam, menyebut bahwa langkah Bupati Parosil Mabsus menggandeng investor di sektor energi terbarukan merupakan keputusan tepat.

Menurutnya, kerja sama tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencari sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

“Kalau nanti sudah berjalan penuh, DBH dari panas bumi tentu sangat membantu APBD Lampung Barat. Ini bisa jadi sumber pendapatan jangka panjang, bukan hanya bergantung pada sektor lain,” kata Asep.

Selain kontribusi yang masuk melalui APBD, masyarakat juga menyoroti potensi kontribusi non-anggaran yang dapat diberikan oleh PT Star Energy Geothermal Suoh–Sekincau. Salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR tersebut diproyeksikan menyasar sejumlah sektor strategis, seperti pendidikan dan kesehatan.

Bentuknya antara lain program beasiswa bagi pelajar, bantuan sarana dan prasarana sekolah, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Di sektor infrastruktur dan lingkungan, CSR perusahaan juga diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas umum serta menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal juga menjadi salah satu fokus.

Sejumlah kontribusi nyata pun telah direalisasikan oleh PT Star Energy Geothermal Suoh–Sekincau. Di antaranya pembangunan box culvert di Way Pagasan, ruas Simpang Mutar Alam–Gunung Terang, dengan pagu anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang dikerjakan oleh CV Flamboyan.

Selain itu, perusahaan juga melakukan perkuatan jembatan Way Kabul di ruas Simpang Mutar Alam–Gunung Terang dengan nilai anggaran lebih dari Rp861 juta yang dikerjakan oleh CV Rimbun Embun. Pembangunan tersebut dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat setempat.

Tak hanya itu, masih terdapat beberapa kegiatan pembangunan lainnya yang telah dan akan dilaksanakan, dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp8 miliar.

Pembangunan tersebut menyasar kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat diminta keterangan, mengatakan pengembangan potensi panas bumi di Suoh–Sekincau merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Menurut Parosil, pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa kehadiran investasi di sektor geothermal tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat Lampung Barat.

“Kami ingin investasi ini benar-benar membawa dampak positif, baik melalui peningkatan pendapatan daerah maupun melalui kontribusi langsung untuk masyarakat, terutama di wilayah sekitar proyek,” kata Parosil singkat.

Dengan dukungan masyarakat dan pengawasan yang berkelanjutan, proyek geothermal Suoh–Sekincau diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat secara berkelanjutan. (*)