Bulog Lampung Serap Gabah 202.564 Ton Sepanjang 2025, Lampaui Target 130 Persen
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, saat dimintai keterangan, Selasa (20/1/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung mencatat penyerapan gabah setara beras pada tahun 2025 mencapai 202.564 ton dan telah melampaui target yang ditetapkan kantor pusat.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan jika target awal penyerapan gabah pada 2025 sebesar 155.000 ton setara beras. Namun realisasi di lapangan mampu mencapai 130 persen dari target.
"Pengadaan gabah kita di tahun 2025 setara beras mencapai 202.564 ton. Kami menyerap gabah yang ada di Provinsi Lampung dari petani, Gapoktan, serta mitra Bulog di Lampung," kata Rindo saat dimintai keterangan, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, capaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani lokal sekaligus menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah di daerah.
Terkait rencana penyerapan pada tahun 2026, Rindo menyampaikan hingga saat ini Bulog Lampung belum menerima penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) maupun pemerintah pusat.
"Untuk rencana penyerapan tahun 2026 belum ada penugasan resmi. Namun prediksi kami, serapan tahun ini sekitar 250 ribu ton setara beras yang rencananya akan kami serap sepanjang tahun 2026 di Lampung," jelasnya.
Ia juga menambahkan, target panen padi di Provinsi Lampung pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 3,6 juta ton. Jumlah tersebut tidak seluruhnya dapat diserap oleh Bulog karena keterbatasan infrastruktur, khususnya kapasitas gudang.
"Produksi padi Lampung sangat besar. Tidak mungkin semuanya diserap Bulog karena keterbatasan infrastruktur. Setiap penyerapan tentu kami perhitungkan dengan ketersediaan gudang, dan hal ini terus kami koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Lampung," ujarnya.
Sementara itu untuk stok beras yang dikelola Bulog Lampung hingga akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 168.000 ton. Stok tersebut merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sewaktu-waktu dapat disalurkan sesuai penugasan pemerintah.
"Stok ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, maupun tanggap darurat bencana," kata Rindo.
Untuk tahun 2026, hingga kini Bulog Lampung masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan Bapanas. Adapun penugasan yang masih berjalan saat ini adalah penyaluran beras SPHP guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
"Kami masih menunggu instruksi resmi. Saat ini yang masih berjalan adalah penyaluran SPHP," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pesangon Rp480 Juta Belum Dibayar, 5 Mantan Karyawan Koperasi Kekar Ngadu ke DPRD Lampung
Selasa, 20 Januari 2026 -
Jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Dilelang
Selasa, 20 Januari 2026 -
Setahun Program MBG Tuai Sorotan, Pengamat Minta Pemerintah Perbaiki Standar Keamanan Pangan
Selasa, 20 Januari 2026 -
DLH Bandar Lampung Tambah 46 Armada Baru, Angkut Sampah 800 Ton per Hari
Selasa, 20 Januari 2026









