Penerima MBG di Lampung Capai 2,7 Juta Orang, Baru 77 SPPG Kantongi SLHS
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Lampung, Saipul. Foto: Dok.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Hingga saat ini, jumlah penerima MBG di Lampung telah mencapai 2,7 juta orang.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Lampung, Saipul, saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa potensi penerima MBG di Provinsi Lampung mencapai 2.372.731 orang.
Terdiri dari siswa sebanyak 2.021.981 orang, ibu hamil 2.937 orang, ibu menyusui 206 orang, serta balita 347.607 orang.
"Realisasi penerima MBG saat ini sudah mencapai 2.788.739 orang atau sekitar 118 persen dari total potensi penerima. Data nya dapat bergerak sesuai fakta di lapangab," kata Saipul, saat dimintai keterangan, Senin (19/1/2026).
Dari sisi sarana pendukung, program MBG di Lampung direncanakan didukung oleh 791 dapur MBG. Namun hingga kini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif telah mencapai 903 unit atau sekitar 114 persen dari rencana.
Sementara itu, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan hingga saat ini baru berjumlah 77. Rinciannya meliputi Lampung Selatan sebanyak 10 SLHS, Lampung Tengah 8, Lampung Utara 5, Lampung Barat 2, Tulang Bawang 1, Tanggamus 2.
"Kemudian Pesawaran 2, Pringsewu 3, Mesuji 10, Tulang Bawang Barat 1, Pesisir Barat 1, Bandar Lampung 16, dan Kota Metro 16. Adapun Kabupaten Lampung Timur dan Way Kanan hingga kini belum memiliki SLHS," paparnya.
Saipul menambahkan, sebanyak 34 SLHS masih dalam proses penerbitan. Penerbitan SLHS tersebut mensyaratkan kelengkapan administrasi dan teknis, mulai dari Izin Laik Fungsi (IKL) yang memenuhi ketentuan, laboratorium yang sesuai standar, hingga penjamah makanan yang telah terlatih minimal 50 persen.
Terkait sumber daya manusia, jumlah penjamah makanan yang telah terlatih di Provinsi Lampung mencapai 23.880 orang.
Mereka tersebar di seluruh kabupaten/kota, antara lain Lampung Selatan 3.660 orang, Lampung Tengah 3.011, Lampung Utara 2.050, Lampung Barat 799, Tulang Bawang 646, Tanggamus 1.470.
"Selanjutnya Lampung Timur 2.530, Way Kanan 1.900, Pesawaran 1.274, Pringsewu 1.337, Mesuji 838, Tulang Bawang Barat 799, Pesisir Barat 150, Bandar Lampung 2.268, dan Kota Metro 1.150 orang," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Saipul juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar konsisten menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini menyusul masih adanya keluhan dari orang tua siswa terkait menu MBG di beberapa wilayah.
"Program MBG ini bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga pemerintah daerah melalui satgas di masing-masing wilayah. Pengawasan dan koordinasi harus dilakukan secara rutin dan lebih ketat," tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan menjadi titik tekan utama dalam arahan Gubernur Lampung kepada Satgas MBG.
"Ini yang jadi titik tekan dari arahan pak gubernur Lampung selama ini kepada kita Satgas," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Bawaslu Harus Jadi Benteng Moral Demokrasi Elektoral
Senin, 19 Januari 2026 -
Taman Nasional Way Kambas Perkuat Pencegahan Konflik Gajah dengan Infrastruktur dan Pemulihan Habitat
Senin, 19 Januari 2026 -
Evaluasi Satu Tahun Program MBG, Komisi V DPRD Lampung Minta SPPG Lalai Ditutup
Senin, 19 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Optimalkan Aset Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Senin, 19 Januari 2026









