• Minggu, 18 Januari 2026

‎RS Urip Sumoharjo Tangani Batu Empedu dengan Bedah Laparoskopi Minim Sayatan

Minggu, 18 Januari 2026 - 15.11 WIB
24

‎RS Urip Sumoharjo Tangani Batu Empedu dengan Bedah Laparoskopi Minim Sayatan. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Nyeri perut kanan atas yang datang berulang, disertai mual, begah, hingga rasa sakit yang menjalar ke punggung, kerap dianggap sebagai masuk angin. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya batu empedu yang memerlukan penanganan medis serius.

‎RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala tersebut dan tidak menunda pemeriksaan.

Batu empedu yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi, seperti peradangan hingga infeksi saluran empedu.

Sebagai rumah sakit swasta tipe A, RS Urip Sumoharjo menyediakan layanan penanganan batu empedu melalui tindakan kolesistektomi laparoskopi, yakni teknik bedah modern dengan sayatan kecil yang minim nyeri dan mempercepat proses pemulihan pasien.

‎“Tindakan laparoskopi memberikan banyak keuntungan bagi pasien, mulai dari luka operasi yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang minimal, hingga waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional,” demikian disampaikan pihak manajemen RS Urip Sumoharjo.

‎Tindakan kolesistektomi laparoskopi di RS Urip Sumoharjo dilakukan oleh dr. Ahmad Ravles, Sp.B (K) BD, bersama tim bedah yang berpengalaman dan profesional di bidangnya.

Dengan dukungan fasilitas medis modern serta tenaga kesehatan kompeten, rumah sakit ini berkomitmen memberikan pelayanan bedah yang aman dan berkualitas.

‎Manajemen RS Urip Sumoharjo juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda tindakan medis apabila nyeri semakin sering dirasakan.

Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

‎Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau melakukan pendaftaran pemeriksaan terkait batu empedu, dapat menghubungi 0811 9000 6111 atau datang langsung ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung. (*)