• Sabtu, 17 Januari 2026

Sempat Lakukan Intimidasi, Pemilik Dapur MBG Sekincau Minta Maaf dan Akui Menu MBG Tak Pantas untuk Anak TK

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17.27 WIB
42

Anggun pengelola dapur MBG menyampaikan permohonan maaf telah mengintimidasi warga. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap wali murid yang mengkritisi menu makanan untuk anak Taman Kanak-kanak.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi dan rekaman video yang menuai perhatian publik karena pemilik dapur MBG mendatangi dan melontarkan kata-kata intimidasi terhadap salah satu wali murid yang mengkritisi menu program MBG.

Klarifikasi itu diketahui Kupas Tuntas dari sebuah video berdurasi 1 menit 29 detik yang beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan bernama Anggun yang diketahui sebagai pemilik dapur MBG Sekincau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas sikap dan tindakannya.

Anggun secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada seorang wali murid bernama Revita beserta suaminya. Ia mengakui bahwa tindakannya yang terkesan mengintimidasi dilakukan karena dorongan emosional saat berupaya membela dapur MBG yang ia kelola.

“Iya, untuk Mbak Revita, terutama untuk suami juga, saya minta maaf karena tadi sempat mengintimidasi dengan alasan saya membela dapur saya. Ternyata memang dapur saya yang salah,” ujar Anggun dalam video klarifikasinya.

Anggun juga menjelaskan alasan dirinya sempat merekam video Revita. Menurutnya, perekaman tersebut bukan untuk menekan atau mengancam, melainkan sebagai bahan laporan kepada SPPI selaku pengawas dapur agar persoalan dapat diluruskan secara objektif.

Ia menyebutkan bahwa selama ini setiap permasalahan yang muncul di lapangan selalu ia sampaikan kepada SPPI, baik dalam bentuk pesan singkat maupun rekaman video, agar pihak pengawas dapat menangani langsung dan menjadi penengah dalam situasi yang terjadi.

Anggun mengaku tidak memiliki pengalaman dalam menangani konflik atau permasalahan seperti itu, sehingga memilih menyerahkan sepenuhnya kepada SPPI. Ia menilai, dengan mendengarkan langsung penjelasan dari pihak-pihak terkait, pengawas dapur dapat mengambil langkah yang lebih tepat.

Lebih lanjut, Anggun mengakui bahwa menu MBG yang disajikan kepada anak-anak Taman Kanak-kanak tersebut memang tidak pantas dan tidak layak. Ia menyebutkan bahwa hal itu terjadi meskipun menu berada di bawah kendali dirinya, ahli gizi, serta telah melalui proses dari SPPG.

“Jujur, itu di bawah kendali saya, di bawah kendali ahli gizi juga, lolos dari SPPG, dan menurut saya menu segitu itu memang tidak pantas,” ucapnya dalam pernyataan tersebut.

Di akhir klarifikasinya, Anggun kembali menegaskan permohonan maafnya kepada wali murid yang merasa dirugikan. Ia menyampaikan permintaan maaf secara pribadi maupun mewakili dapur MBG Sekincau, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (*)