• Sabtu, 17 Januari 2026

Bangun Pabrik Rokok di Lampung Timur, HS Target Serap 3.000 Pekerja Termasuk Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13.23 WIB
136

CEO Surya Group sekaligus pemilik HS, Muhammad Suryo saat menggelar jumpa pers. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Produsen rokok HS memulai pembangunan pabrik baru di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur. Pabrik seluas dua hektar itu ditargetkan beroperasi tahun depan dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang termasuk penyandang disabilitas.

CEO Surya Group sekaligus pemilik HS, Muhammad Suryo, mengatakan Lampung dipilih bukan hanya sebagai lokasi ekspansi tetapi juga sebagai daerah asalnya. Suryo lahir di Lampung Timur dan menghabiskan masa kecil sampai SMA di daerah tersebut sebelum merantau.

“HS ingin mengetuk pintu masyarakat Lampung untuk meminta izin dan restu atas pembukaan pabrik di Lampung Timur,” kata Suryo dalam jumpa pers di salah saru Hotel Bandar Lampung, Sabtu (17/1/26).

Menurut dia, keberadaan pabrik diproyeksikan tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung, tetapi juga menciptakan lapangan kerja pendukung dari rantai pasok bahan baku hingga distribusi.

Selain membahas rencana pembangunan pabrik, konferensi pers juga menjadi rangkaian konser Hey Slank X HS di Stadion Pkor Way Halim. Lampung menjadi kota kelima setelah Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Bali. Konser tersebut turut melibatkan UMKM dari komunitas Slankerspreneur yang menjajakan produk rilisan fisik, merchandise hingga kuliner.

Suryo menyebut pola rekrutmen pabrik akan mengikuti model yang sudah diterapkan di pabrik HS di Muntilan, Magelang yang dibuka pada 2024. Perusahaan tidak mensyaratkan ijazah, batas usia maupun pengalaman kerja bahkan termasuk penyandang disabilitas (Tuna Rungu dan Tuna Wicara).

“Banyak orang kesulitan mendapat pekerjaan karena terbentur syarat pengalaman. Saya juga dulu mulai dari nol, jadi saya ingin memberi kesempatan bagi yang mau belajar,” ujarnya.

Karyawan baru akan dilatih memilih daun tembakau, melinting, hingga memahami standar mutu rokok oleh tenaga profesional. Selama masa pelatihan, perusahaan memberi uang saku sebesar Rp300 ribu.

Muhammad Suryo lahir pada 27 Maret 1984 di Lampung Timur. Ia merintis usaha di Yogyakarta mulai dari air isi ulang hingga ke sektor konstruksi, energi, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya sebelum kemudian membangun pabrik rokok HS. (*)