Pemprov Lampung Cetak 5.000 Hektare Sawah Baru
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura
(KPTPH) akan mencetak sawah baru seluas 5.000 hektare pada tahun 2026. Program
ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala
Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Tubagus
Muhammad Rifki, mengungkapkan target luas cetak sawah baru tahun 2026 yang
diusulkan oleh Pemprov Lampung mencapai 5.000 hektare.
“Target
kita tahun ini untuk cetak sawah baru seluas 5.000 hektare. Saat ini sudah ada
beberapa daerah yang mengusulkan dan telah diverifikasi layak untuk dicetak
seluas 1.840 hektare,” kata Rifki, Rabu (14/1/2026).
Rifki
membeberkan, sebaran lahan sawah baru yang telah dinyatakan layak antara lain
berada di Kabupaten Lampung Timur seluas 812 hektare, Kabupaten Mesuji 373
hektare, dan Kabupaten Tulang Bawang 296 hektare.
Menurutnya,
luasan lahan tersebut belum bersifat final dan masih sangat dimungkinkan untuk
bertambah. Pihaknya masih membuka peluang jika terdapat kabupaten lain yang
mengajukan usulan lahan baru.
Rifki
menjelaskan, seluruh anggaran untuk program cetak sawah baru bersumber dari
APBN atau pemerintah pusat.
Ia
menegaskan, tidak sembarang lahan dapat dimasukkan dalam program ini. Sejumlah
kriteria teknis dan administratif harus dipenuhi agar lahan dinyatakan layak
atau eligible. Syarat utama adalah status lahan harus clear and clean.
“Lahan
tidak boleh berada di dalam kawasan hutan, bukan merupakan hak guna usaha
(HGU), dan bukan lahan yang sudah masuk data Luas Baku Sawah (LBS),” ungkapnya.
Selain
status kepemilikan, aspek teknis lapangan juga menjadi penentu. Lahan yang
diusulkan minimal harus memiliki luas hamparan lima hektare dengan kemiringan
tanah tidak lebih dari delapan persen. Ketersediaan sumber air juga menjadi
syarat mutlak untuk menjamin keberlangsungan pertanian.
“Secara
tata ruang wilayah (RTRW) harus masuk dalam kawasan pertanian. Selain itu,
harus ada petani pemilik atau penggarapnya yang bersedia lahannya dicetak dan siap
mengembangkan tanaman padi,” ujar Rifki.
Sebelumnya,
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan produksi padi Lampung pada
tahun 2025 naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi lebih dari 3,2 juta
ton.
“Alhamdulillah,
tahun ini produksi kita naik hampir 15 persen. Tahun 2026 kami targetkan naik
lagi 15 sampai 20 persen karena indeks pertanaman kita belum maksimal,” kata
Mirzani saat mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh
Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual di halaman Balai Desa Kutoarjo,
Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).
Mirzani
menjelaskan, peningkatan produksi padi akan didorong melalui optimalisasi
indeks pertanaman serta penerapan pupuk organik cair secara merata mulai 2026.
Menurutnya, kebijakan pupuk organik berpotensi menambah produksi hingga 10
persen.
Selain
itu, Pemprov Lampung juga menjalin kerja sama strategis dengan Pemprov Jawa
Tengah melalui pertukaran komoditas. Lampung memasok gula, sementara Jawa
Tengah memenuhi kebutuhan cabai dan bawang.
Mirzani
juga menginstruksikan seluruh bupati untuk menginventarisasi dan mendaftarkan
Lahan Baku Sawah guna mencegah alih fungsi lahan pertanian.
“Itu
sudah jalan dan terus kita kawal,” katanya.
Kepala
Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung,
Elvira Umihanni, menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun bersejarah bagi
pertanian Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi
Lampung mencapai 3,2 juta ton dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), tertinggi
sepanjang sejarah.
Produksi
beras Lampung pada 2025 tercatat sebesar 1,84 juta ton, naik 14,65 persen
dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian juga tumbuh 7,74 persen pada
triwulan III 2025 dan berkontribusi 28,38 persen terhadap Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) Lampung.
Elvira
menambahkan, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung mencapai 129,33 pada November
2025, menandakan meningkatnya daya beli petani. Harga beras di Lampung pun
stabil sesuai harga eceran tertinggi, didukung kebijakan pencegahan keluarnya
gabah dari daerah.
Dengan
berbagai capaian tersebut, Pemprov Lampung optimistis menatap 2026 sebagai
penguatan peran Lampung sebagai lumbung pangan nasional, sejalan dengan agenda
swasembada pangan dan ketahanan ekonomi nasional. (*)
Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Kamis 15 Januari 2025
dengan judul “Pemprov
Lampung Cetak 5.000 Hektare Sawah Baru”
Berita Lainnya
-
Kamis Beradat Mulai Diterapkan, Wagub Jihan Akui ASN Masih Beradaptasi
Kamis, 15 Januari 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian Masyarakat Bertema 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 3 Kotabumi
Kamis, 15 Januari 2026 -
Santika Indonesia Hotels & Resorts Resmi Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina Bandung di Musim Kompetisi 2026
Kamis, 15 Januari 2026 -
Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Beraksi di Rajabasa Bandar Lampung
Kamis, 15 Januari 2026









