CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian Masyarakat Bertema AI for Metaverse Creation di SMKN 3 Kotabumi
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian Masyarakat Bertema AI for Metaverse Creation di SMKN 3 Kotabumi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Center of Excellence (CoE) Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “AI for Metaverse Creation” di SMKN 3 Kotabumi, Selasa (13/1/2026).
Program ini menjadi langkah konkret UTI dalam memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi metaverse kepada siswa sekolah menengah kejuruan sebagai bekal keterampilan digital masa depan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 3 Kotabumi, serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., Ketua CoE Metaverse Yuri Rahmanto, M.Kom., Kepala SMKN 3 Kotabumi Eka Ratna Krustiyanti, S.Pd., dosen, mahasiswa tim CoE Metaverse, serta jajaran guru sekolah setempat.
Kepala SMKN 3 Kotabumi, Eka Ratna Krustiyanti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dalam meningkatkan kualitas kompetensi teknologi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Universitas Teknokrat Indonesia melalui CoE Metaverse. Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang perkembangan teknologi mutakhir dan peluang karier di bidang AI serta industri kreatif digital,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut agar siswa memiliki akses pembelajaran langsung terhadap teknologi yang saat ini berkembang pesat di dunia industri.
Wakil Rektor Bidang Akademik UTI, Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom. menegaskan bahwa penguasaan teknologi AI dan metaverse kini menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan digital.
“Teknologi imersif seperti metaverse dan kecerdasan buatan akan menjadi tulang punggung industri kreatif, pendidikan, hingga sektor bisnis ke depan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” katanya.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai jembatan awal membangun ekosistem talenta digital di daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Teknokrat Indonesia dan SMKN 3 Kotabumi juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, riset terapan, serta program pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan ini menjadi dasar pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan teknologi, magang siswa, pendampingan kurikulum berbasis industri, hingga pengembangan laboratorium digital bersama.
Tidak hanya menerima materi teori, para siswa juga dibekali pengalaman praktik langsung. Mereka belajar membuat aset 3D menggunakan tools berbasis AI, kemudian mengintegrasikannya ke dalam platform Roblox Studio.
Selanjutnya, siswa membangun lingkungan virtual tiga dimensi yang dapat dimainkan melalui komputer maupun perangkat VR Headset, didampingi langsung oleh dosen dan mahasiswa CoE Metaverse UTI.
Antusiasme siswa terlihat tinggi saat mencoba teknologi tersebut, karena sebagian besar baru pertama kali berinteraksi langsung dengan proses pembuatan dunia virtual berbasis AI.
Ketua CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, M.Kom. menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mempraktikkan teknologi metaverse secara nyata.
“Kami ingin siswa merasakan langsung bagaimana AI dapat membantu proses kreasi dunia virtual. Harapannya, kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya inovasi dan kreativitas generasi muda Lampung di bidang teknologi imersif,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memajukan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia untuk memasyarakatkan pemanfaatan teknologi, khususnya AI dan metaverse, demi peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan program serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Provinsi Lampung.
“Kami ingin seluruh sekolah di Lampung, baik SMA maupun SMK, mendapatkan pemahaman teknis tentang AI dan metaverse agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator,” tambahnya.
Melalui program “AI for Metaverse Creation” ini, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan perannya sebagai kampus berbasis inovasi yang aktif membangun literasi teknologi, menyiapkan talenta digital muda, serta memperkuat ekosistem pendidikan berbasis industri kreatif di Provinsi Lampung.
Ke depan, CoE Metaverse UTI berencana memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pendidikan Indonesia. (*)
Berita Lainnya
-
TNI Turun Tangan, Bendungan Way Rarem Dibersihkan Demi Selamatkan Irigasi dan Ekonomi Warga
Senin, 20 April 2026 -
Baru 3 Bulan Bertugas, Oknum Petugas Rutan Kotabumi Lampura Selundupkan 40 Paket Sabu
Rabu, 15 April 2026 -
Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Bukit Kemuning Lampura Perbaiki Jalan Secara Swadaya
Minggu, 12 April 2026 -
Akses Vital Hancur, Warga Mulang Maya Lampura Menjerit
Minggu, 29 Maret 2026








