• Rabu, 14 Januari 2026

Tanam Alpukat Bersama Warga, Plt Bupati Lamteng Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 10.55 WIB
24

Plt Bupati Lampung Tengah, I. Komang Koheri, turun langsung ke tengah masyarakat Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Selasa (13/01/2026), untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan penanaman pohon alpukat. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi rakyat berbasis lingkungan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I. Komang Koheri, turun langsung ke tengah masyarakat Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Selasa (13/01/2026), untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan penanaman pohon alpukat.

Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol nyata arah pembangunan Lampung Tengah yang menggabungkan pelestarian alam dengan penguatan ekonomi masyarakat. Alpukat dipilih bukan tanpa alasan. Selain ramah lingkungan, tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi warga.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kabupaten Lampung Tengah, Camat Way Pengubuan, jajaran kepala perangkat daerah, para kepala kampung, serta masyarakat setempat. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga berbagai elemen lain yang menunjukkan kuatnya dukungan publik terhadap program ini.

Di lokasi kegiatan, Plt. Bupati Komang Koheri tampak ikut menggali tanah dan menanam bibit alpukat bersama warga. Momen ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak hanya mengatur dari balik meja, tetapi hadir dan bekerja bersama rakyat.

“Menanam pohon hari ini berarti menanam harapan untuk masa depan. Kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menyiapkan sumber penghidupan baru bagi masyarakat,” ujar Komang Koheri.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi harus mampu menyentuh akar persoalan masyarakat, salah satunya adalah ketahanan ekonomi keluarga.

Ia menegaskan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan harus dimaknai secara nyata: alam dijaga, rakyat diberdayakan, dan masa depan dipersiapkan.

“Kita ingin masyarakat Lampung Tengah tidak hanya hidup dari hari ke hari, tetapi memiliki jaminan ekonomi di masa depan. Alpukat ini nanti akan berbuah, bisa dijual, dan menjadi sumber penghasilan. Ini bukan sekadar tanam pohon, ini investasi sosial,” tegasnya.

Tak hanya menanam pohon, Pemkab Lampung Tengah juga menyerahkan berbagai bantuan produktif kepada masyarakat. Mulai dari benih tanaman obat-obatan, alat pengpres pakan, hingga bantuan ternak dan perikanan berupa bebek dan ikan lele.

Bantuan tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha baru di tingkat kampung.

Plt. Bupati menekankan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terus bergantung pada bantuan. Yang diinginkan adalah tumbuhnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengelola potensi desanya sendiri.

“Bantuan ini bukan untuk dihabiskan, tetapi untuk dikembangkan. Pemerintah ingin rakyatnya berdaya, bukan sekadar menerima,” katanya.

Kegiatan ini juga memiliki dimensi mitigasi bencana. Lampung Tengah, sebagaimana wilayah lain di Indonesia, menghadapi ancaman kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, dan eksploitasi sumber daya alam.

Melalui penghijauan, pemerintah daerah berupaya mencegah bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Pohon tidak hanya menyerap karbon, tetapi juga menjaga struktur tanah, menyimpan air, dan menstabilkan ekosistem.

“Menjaga lingkungan bukan pilihan, tapi keharusan. Kalau alam rusak, rakyat yang pertama kali merasakan dampaknya,” tegas Komang.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Kampung Putra Lempuyang yang dinilai memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan tidak akan pernah berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi, gotong royong, dan kesadaran kolektif.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa dukungan masyarakat, program sebaik apa pun tidak akan berjalan. Hari ini kita buktikan bahwa Lampung Tengah punya semangat kebersamaan,” ujarnya.

Warga setempat menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap program penanaman alpukat ini tidak berhenti sebagai simbolik, tetapi benar-benar mendapat pendampingan hingga tanaman berbuah dan menghasilkan.

“Kami berharap ada pembinaan lanjutan, mulai dari perawatan hingga pemasaran hasil panen nanti,” ujar salah satu warga.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol persatuan, komitmen, dan harapan bersama untuk masa depan Lampung Tengah yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera.

Melalui langkah-langkah seperti ini, Pemkab Lampung Tengah ingin membuktikan bahwa pembangunan tidak harus merusak alam, dan pelestarian lingkungan bukan penghambat ekonomi. Justru, dari tanah yang subur dan alam yang terjaga, kesejahteraan rakyat bisa tumbuh. (*)