Tanam Alpukat Bersama Warga, Plt Bupati Lamteng Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Desa
Plt Bupati Lampung Tengah, I. Komang Koheri, turun langsung ke tengah masyarakat Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Selasa (13/01/2026), untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan penanaman pohon alpukat. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Pemerintah
Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi
rakyat berbasis lingkungan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I.
Komang Koheri, turun langsung ke tengah masyarakat Kampung Putra Lempuyang,
Kecamatan Way Pengubuan, Selasa (13/01/2026), untuk mengikuti kegiatan
penghijauan dan penanaman pohon alpukat.
Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi
simbol nyata arah pembangunan Lampung Tengah yang menggabungkan pelestarian
alam dengan penguatan ekonomi masyarakat. Alpukat dipilih bukan tanpa alasan.
Selain ramah lingkungan, tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan
berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi warga.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD
Kabupaten Lampung Tengah, Camat Way Pengubuan, jajaran kepala perangkat daerah,
para kepala kampung, serta masyarakat setempat. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh
agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga berbagai elemen lain yang
menunjukkan kuatnya dukungan publik terhadap program ini.
Di lokasi kegiatan, Plt. Bupati Komang Koheri
tampak ikut menggali tanah dan menanam bibit alpukat bersama warga. Momen ini
menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak hanya mengatur dari balik meja,
tetapi hadir dan bekerja bersama rakyat.
“Menanam pohon hari ini berarti menanam
harapan untuk masa depan. Kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga
menyiapkan sumber penghidupan baru bagi masyarakat,” ujar Komang Koheri.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya
berorientasi pada proyek fisik, tetapi harus mampu menyentuh akar persoalan
masyarakat, salah satunya adalah ketahanan ekonomi keluarga.
Ia menegaskan bahwa konsep pembangunan
berkelanjutan harus dimaknai secara nyata: alam dijaga, rakyat diberdayakan,
dan masa depan dipersiapkan.
“Kita ingin masyarakat Lampung Tengah tidak
hanya hidup dari hari ke hari, tetapi memiliki jaminan ekonomi di masa depan.
Alpukat ini nanti akan berbuah, bisa dijual, dan menjadi sumber penghasilan.
Ini bukan sekadar tanam pohon, ini investasi sosial,” tegasnya.
Tak hanya menanam pohon, Pemkab Lampung
Tengah juga menyerahkan berbagai bantuan produktif kepada masyarakat. Mulai
dari benih tanaman obat-obatan, alat pengpres pakan, hingga bantuan ternak dan
perikanan berupa bebek dan ikan lele.
Bantuan tersebut dirancang untuk mendorong
kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang
usaha baru di tingkat kampung.
Plt. Bupati menekankan bahwa pemerintah tidak
ingin masyarakat terus bergantung pada bantuan. Yang diinginkan adalah
tumbuhnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengelola potensi
desanya sendiri.
“Bantuan ini bukan untuk dihabiskan, tetapi
untuk dikembangkan. Pemerintah ingin rakyatnya berdaya, bukan sekadar
menerima,” katanya.
Kegiatan ini juga memiliki dimensi mitigasi
bencana. Lampung Tengah, sebagaimana wilayah lain di Indonesia, menghadapi ancaman
kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, dan eksploitasi
sumber daya alam.
Melalui penghijauan, pemerintah daerah
berupaya mencegah bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Pohon tidak
hanya menyerap karbon, tetapi juga menjaga struktur tanah, menyimpan air, dan
menstabilkan ekosistem.
“Menjaga lingkungan bukan pilihan, tapi
keharusan. Kalau alam rusak, rakyat yang pertama kali merasakan dampaknya,”
tegas Komang.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif
masyarakat Kampung Putra Lempuyang yang dinilai memiliki kesadaran tinggi
terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pembangunan tidak akan pernah
berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi, gotong
royong, dan kesadaran kolektif.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa
dukungan masyarakat, program sebaik apa pun tidak akan berjalan. Hari ini kita
buktikan bahwa Lampung Tengah punya semangat kebersamaan,” ujarnya.
Warga setempat menyambut positif kegiatan
tersebut. Mereka berharap program penanaman alpukat ini tidak berhenti sebagai
simbolik, tetapi benar-benar mendapat pendampingan hingga tanaman berbuah dan
menghasilkan.
“Kami berharap ada pembinaan lanjutan, mulai
dari perawatan hingga pemasaran hasil panen nanti,” ujar salah satu warga.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto
bersama, sebagai simbol persatuan, komitmen, dan harapan bersama untuk masa
depan Lampung Tengah yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera.
Melalui langkah-langkah seperti ini, Pemkab
Lampung Tengah ingin membuktikan bahwa pembangunan tidak harus merusak alam,
dan pelestarian lingkungan bukan penghambat ekonomi. Justru, dari tanah yang
subur dan alam yang terjaga, kesejahteraan rakyat bisa tumbuh. (*)
Berita Lainnya
-
Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri Berbagi Sembako di HUT Tanjung Anom
Rabu, 14 Januari 2026 -
Polisi Ungkap Home Industry Perakitan Senjata Api Ilegal di Lampung Tengah
Sabtu, 10 Januari 2026 -
Tata Kelola Keuangan Pemda Lampung Tengah Buruk, Media Tak Dibayar, Transparansi Nol, Dugaan Korupsi Kian Akut
Selasa, 30 Desember 2025 -
Kemitraan Tebu SGC Menguntungkan Petani Karena Harga Dijaga Pemerintah
Senin, 22 Desember 2025









