Pemerhati Pertanian Ingatkan Cetak Sawah Baru Jangan Korbankan Petani dan Kualitas Konstruksi
Pemerhati Pertanian sekaligus Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Program
cetak sawah baru yang digulirkan pemerintah pusat mendapat dukungan dari
kalangan pemerhati pertanian di Provinsi Lampung. Namun, pelaksanaannya
diingatkan agar tidak hanya mengejar target luasan, melainkan juga
memperhatikan kualitas konstruksi agar tidak merugikan petani.
Pemerhati Pertanian sekaligus Widyaiswara
Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto, mengatakan program cetak
sawah perluasan lahan padi merupakan kebijakan pusat yang patut didukung selama
lahan yang digunakan tersedia dan tidak bermasalah.
“Program cetak sawah ini memang program pusat
yang harus kita dukung, selama lahannya ada dan tidak bermasalah,” ujar Ahmad,
Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, ia memberikan sejumlah
catatan penting berdasarkan pengalaman lapangan. Menurutnya, pada pelaksanaan
program optimalisasi lahan rawa tahun 2024, masih ditemukan banyak titik dengan
kualitas konstruksi yang kurang maksimal.
“Berdasarkan pengalaman keliling di beberapa
daerah, program optimalisasi lahan rawa tahun 2024 itu di banyak titik
konstruksinya kurang maksimal,” katanya.
Ia menegaskan, proyek cetak sawah harus
diawasi secara ketat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi di
lapangan.
Ahmad mengingatkan agar pelaksana tidak
terburu-buru mengejar target dan tenggat waktu, yang justru berpotensi
menyebabkan kesalahan teknis.
“Proyek ini harus diawasi dengan ketat dan
konstruksinya harus benar-benar layak. Jangan sampai karena memburu target dan
waktu, konstruksinya jadi salah-salah. Kalau begitu, yang dirugikan adalah
petani,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung
melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) tengah
mematangkan rencana perluasan lahan pertanian guna mendukung program swasembada
pangan nasional.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian
Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Tubagus Muhammad Rifki, mengungkapkan target
cetak sawah baru yang diusulkan Pemprov Lampung pada tahun ini mencapai 5.000
hektare.
“Target kita tahun ini untuk cetak sawah baru
seluas 5.000 hektare. Saat ini sudah ada beberapa daerah yang mengusulkan dan
telah diverifikasi layak untuk dicetak seluas 1.840 hektare,” ujar Rifki.
Ia merinci, Kabupaten Lampung Timur menjadi
wilayah dengan luasan terbesar yang telah dinyatakan layak, yakni 812 hektare,
disusul Kabupaten Mesuji seluas 373 hektare, dan Kabupaten Tulang Bawang 296
hektare.
Rifki menambahkan, luasan lahan tersebut
belum bersifat final dan masih berpotensi bertambah. Pihaknya masih membuka
peluang bagi kabupaten lain yang mengajukan usulan lahan cetak sawah baru.
“Jumlah yang ada sekarang masih bisa
bertambah jika ada kabupaten lain yang mengusulkan,” jelasnya.
Dengan pengawasan yang ketat dan perencanaan
yang matang, program cetak sawah diharapkan tidak hanya menambah luasan lahan
pertanian, tetapi juga benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan
kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Dari Tiga BUMD Pemprov Lampung, Hanya Bank Lampung Setor Dividen 2025
Rabu, 14 Januari 2026 -
Serapan Beras SPHP di Lampung Jauh dari Target, YLKI Nilai Akses Warga Masih Terbatas
Rabu, 14 Januari 2026 -
DPRD Lampung Dukung Cetak Sawah 5.000 Hektare, Ingatkan Perbaikan Irigasi Sawah Lama Tak Diabaikan
Rabu, 14 Januari 2026 -
Dari 240 Perusahaan, Baru 64 Perusahaan Bayar Pajak Alat Berat
Rabu, 14 Januari 2026









