• Rabu, 14 Januari 2026

Pemerhati Pertanian Ingatkan Cetak Sawah Baru Jangan Korbankan Petani dan Kualitas Konstruksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 13.53 WIB
8

Pemerhati Pertanian sekaligus Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Program cetak sawah baru yang digulirkan pemerintah pusat mendapat dukungan dari kalangan pemerhati pertanian di Provinsi Lampung. Namun, pelaksanaannya diingatkan agar tidak hanya mengejar target luasan, melainkan juga memperhatikan kualitas konstruksi agar tidak merugikan petani.

Pemerhati Pertanian sekaligus Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto, mengatakan program cetak sawah perluasan lahan padi merupakan kebijakan pusat yang patut didukung selama lahan yang digunakan tersedia dan tidak bermasalah.

“Program cetak sawah ini memang program pusat yang harus kita dukung, selama lahannya ada dan tidak bermasalah,” ujar Ahmad, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, ia memberikan sejumlah catatan penting berdasarkan pengalaman lapangan. Menurutnya, pada pelaksanaan program optimalisasi lahan rawa tahun 2024, masih ditemukan banyak titik dengan kualitas konstruksi yang kurang maksimal.

“Berdasarkan pengalaman keliling di beberapa daerah, program optimalisasi lahan rawa tahun 2024 itu di banyak titik konstruksinya kurang maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, proyek cetak sawah harus diawasi secara ketat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Ahmad mengingatkan agar pelaksana tidak terburu-buru mengejar target dan tenggat waktu, yang justru berpotensi menyebabkan kesalahan teknis.

“Proyek ini harus diawasi dengan ketat dan konstruksinya harus benar-benar layak. Jangan sampai karena memburu target dan waktu, konstruksinya jadi salah-salah. Kalau begitu, yang dirugikan adalah petani,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) tengah mematangkan rencana perluasan lahan pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Tubagus Muhammad Rifki, mengungkapkan target cetak sawah baru yang diusulkan Pemprov Lampung pada tahun ini mencapai 5.000 hektare.

“Target kita tahun ini untuk cetak sawah baru seluas 5.000 hektare. Saat ini sudah ada beberapa daerah yang mengusulkan dan telah diverifikasi layak untuk dicetak seluas 1.840 hektare,” ujar Rifki.

Ia merinci, Kabupaten Lampung Timur menjadi wilayah dengan luasan terbesar yang telah dinyatakan layak, yakni 812 hektare, disusul Kabupaten Mesuji seluas 373 hektare, dan Kabupaten Tulang Bawang 296 hektare.

Rifki menambahkan, luasan lahan tersebut belum bersifat final dan masih berpotensi bertambah. Pihaknya masih membuka peluang bagi kabupaten lain yang mengajukan usulan lahan cetak sawah baru.

“Jumlah yang ada sekarang masih bisa bertambah jika ada kabupaten lain yang mengusulkan,” jelasnya.

Dengan pengawasan yang ketat dan perencanaan yang matang, program cetak sawah diharapkan tidak hanya menambah luasan lahan pertanian, tetapi juga benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (*)