• Rabu, 14 Januari 2026

Lima Atlet Lampung Peraih Medali SEA Games Terima Penghargaan dari Kapolri

Rabu, 14 Januari 2026 - 14.21 WIB
20

Lima atlet asal Provinsi Lampung peraih medali pada ajang SEA Games Thailand 2025 dijadwalkan menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Lima atlet asal Provinsi Lampung peraih medali pada ajang SEA Games Thailand 2025 dijadwalkan menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Satu di antaranya merupakan anggota Polri, sementara empat lainnya adalah atlet non-Polri yang berkeinginan bergabung dengan institusi kepolisian.

Atlet tersebut yakni Nur Halim Arlendi, peraih medali perak cabang olahraga karate yang saat ini berpangkat Bripda di Kepolisian. Empat atlet non-Polri lainnya adalah Nabila Maharani, peraih medali perak tinju putri; Sadan Ahmed Sidik Lisanaka dari cabang pencak silat peraih medali perunggu; Sevi Nurul Aini dari kick boxing peraih medali perunggu; serta Indah Permatasari dari cabang judo peraih medali perak, yang saat ini masih dalam proses pengusulan ke Kapolri.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, mengatakan atlet-atlet Lampung yang membela Indonesia di SEA Games 2025 mendapat perhatian khusus dari Kapolri atas prestasi yang diraih.

“Penghargaan kepada atlet Polri dan non-Polri yang berprestasi di SEA Games Thailand 2025 akan dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, di The Tribrata, Jalan Darmawangsa III Nomor 2, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB,” kata Riagus, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, sebelum acara penganugerahan akan dilaksanakan gladi pada pukul 13.30 WIB yang diikuti seluruh atlet penerima penghargaan.

“Untuk atlet Polri menggunakan pakaian PDL II dan membawa medali SEA Games 2025, sedangkan atlet non-Polri mengenakan training kontingen warna putih dan juga membawa medali,” ujarnya.

Riagus menambahkan, KONI Provinsi Lampung akan mengantarkan langsung kelima atlet tersebut ke Jakarta. Khusus untuk Indah Permatasari, pengusulan dilakukan bersama Pengprov PJSI Lampung dan KONI Provinsi Lampung.

“Nama Indah kemungkinan belum terdata oleh tim dari Polri, sehingga harus kami usulkan terpisah. Kami berharap bisa diakomodasi, karena ini potensi Lampung yang juga harus diperjuangkan. Apalagi Indah sudah menunjukkan prestasi di level Asia dan dunia bersama tim nasional judo Indonesia,” jelasnya.

Ia menilai, penghargaan dari Kapolri merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti dan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi.

“Ini penghargaan yang luar biasa dan menjadi dorongan semangat, tidak hanya bagi mereka yang menerima, tetapi juga atlet-atlet lainnya agar terpacu meraih prestasi lebih tinggi,” kata Riagus.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PJSI Lampung, Sukamso, menyatakan pihaknya turut berupaya memperjuangkan agar Indah Permatasari dapat masuk dalam daftar penerima penghargaan dan mendapatkan kesempatan bergabung dengan Polri.

“Meski agak terlambat, kami tetap berusaha memperjuangkan Indah, baik melalui PB PJSI maupun langsung ke Polri. Mudah-mudahan bisa diakomodasi. Awalnya kami diminta mengirim nama khusus anggota Polri, tetapi belakangan ada juga atlet non-Polri yang berkeinginan menjadi polisi. Semua jalur sudah kami komunikasikan,” kata Sukamso. (*)