11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lampung Utara, Abib Saputra. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) angkat bicara menanggapi keluhan pihak sekolah dan wali murid SD Negeri 03 Sindang Sari terkait kualitas makanan yang diterima siswa.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lampung Utara, Abib Saputra, mengakui adanya kelalaian teknis dalam proses pendistribusian makanan. Ia menyebutkan, pada menu yang disalurkan terdapat tempe yang terasa pahit.
"Memang ada tempe yang rasanya pahit. Itu menjadi kelalaian kami dalam proses pengolahan dan pengawasan,” kata Abib, saat memberikan klarifikasi, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahan makanan lainnya dalam kondisi baik dan layak konsumsi, termasuk buah anggur yang dibagikan kepada para siswa.
Pihak SPPG juga menyampaikan permohonan maaf kepada siswa, orang tua, serta pihak sekolah atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kejadian tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG telah memberikan penanganan medis kepada beberapa siswa yang sempat mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Saat ini, kondisi para siswa dilaporkan telah pulih dan dalam keadaan sehat.
Abib menambahkan, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pihaknya. Ke depan, SPPG berkomitmen memperketat pengawasan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan.
"Kami akan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang. Program MBG harus benar-benar memberikan manfaat dan kualitas terbaik bagi anak-anak,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Video dua guru SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampura memprotes kualitas menu MBG viral di media sosial.
Guru bahkan menyebut kualitas makanan tersebut tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak.
Protes para guru itu diduga dipicu akibat adanya gejala keracunan yang dialami belasan siswa nya usai menyantap MBG pada Senin (12/1/2026).
Sebanyak 11 siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menu tersebut dibagikan dan dimakan di sekolah. (*)
Berita Lainnya
-
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026 -
Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk
Senin, 12 Januari 2026 -
Wajah Pelaku Umrah Fiktif di Lampura Jadi Sorotan, Kerugian Ratusan Juta
Selasa, 30 Desember 2025









