• Minggu, 11 Januari 2026

Jalan Pattimura Metro Akhirnya Ditambal Setelah Berbulan-bulan Dikeluhkan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13.11 WIB
566

Sejumlah pekerja saat melakukan perbaikan sementara Jalan Pattimura menggunakan alat berat. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Kerusakan parah Jalan Pattimura di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, akhirnya memaksa Pemerintah Kota Metro turun tangan.

Setelah berbulan-bulan menjadi sumber keluhan warga, memicu kecelakaan kecil, hingga menghambat aktivitas ekonomi, ruas jalan yang menjadi akses vital itu kini mulai diperbaiki meski masih sebatas tambal timbun.

Perbaikan dilakukan dengan metode penimbunan di sejumlah titik lubang yang menganga dan membahayakan pengendara.

Ruas yang ditangani dimulai dari perbatasan Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Tengah, tepat di sisi kiri jalan yang kondisinya paling parah.

Akibatnya, pengendara diimbau untuk sementara melintas di jalur kanan, sesuai dengan rambu-rambu yang telah dipasang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro.

Pantauan Kupastuntas.co di lokasi, Sabtu (10/1/2026) sejumlah pekerja tampak melakukan penimbunan dan perataan menggunakan alat berat. Namun, di balik aktivitas itu, terselip kegelisahan warga yang mempertanyakan mengapa perbaikan baru dilakukan setelah tekanan publik semakin keras.

"Sudah lama rusak, baru sekarang diperbaiki. Kalau nunggu parah dulu, ya pasti makan korban,” ujar Andi, salah satu pengendara motor yang setiap hari melintas di ruas tersebut.

Keluhan terhadap Jalan Pattimura bukan cerita baru. Sebelumnya, warga bahkan sempat melakukan aksi gotong royong secara swadaya, menimbun lubang-lubang jalan dengan material seadanya.

Sebuah potret getir tentang bagaimana masyarakat terpaksa mengambil alih peran negara demi keselamatan bersama.

Kepala Dinas PUTR Kota Metro, Ardah mengakui bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara.

Ia menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons atas desakan masyarakat sekaligus untuk mengantisipasi dampak lebih luas menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026, saat arus lalu lintas dipastikan meningkat.

"Perbaikan sementara ini dilakukan untuk menghadapi bulan suci Ramadan. Pemerintah Kota Metro melakukan penimbunan sementara di ruas Jalan Pattimura yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selanjutnya nanti akan ada perbaikan dari provinsi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikerjakan,” kata Ardah, saat diwawancarai di lokasi perbaikan jalan.

Ia menegaskan, pekerjaan ini hanya bersifat darurat. Dirinya berharap perbaikan sementara tersebut bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan.

"Ini hanya menimbun lubang-lubang, sifatnya sementara. Mudah-mudahan bisa bertahan dua sampai tiga bulan sambil menunggu perbaikan dari provinsi,” tambahnya.

Ardah juga meminta pengertian masyarakat agar tidak melintas di ruas yang sedang dikerjakan demi kelancaran proses perbaikan.

"Mohon juga kepada masyarakat untuk tidak melewati jalan yang sedang diperbaiki supaya tidak mengganggu aktivitas para pekerja. Jadi bisa lewat dulu di jalur sebelahnya,” ujarnya.

Ketergantungan pada pemerintah provinsi untuk perbaikan permanen menempatkan keselamatan warga dalam posisi yang rawan. Lubang-lubang yang kini ditimbun bisa saja kembali menganga saat hujan deras turun, atau saat beban kendaraan berat kembali melintas.

Jalan Pattimura bukan sekadar ruas penghubung. Jalan itu adalah denyut nadi aktivitas warga Metro Utara dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga mobilitas pekerja harian. Ketika jalan ini rusak, yang terganggu bukan hanya kendaraan, tapi juga roda kehidupan masyarakat.

Kini, publik menunggu lebih dari sekadar janji. Perbaikan sementara memang penting, tetapi tanpa komitmen konkret untuk perbaikan permanen, Jalan Pattimura akan terus menjadi simbol ironi yang rusak, ditambal, lalu rusak kembali. (*)