• Jumat, 09 Januari 2026

Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Sejumlah Ruas Jalan dan Ratusan Rumah Terdampak Banjir

Kamis, 08 Januari 2026 - 21.24 WIB
70

Jalan Antasari, Kelurahan Kedamaian terendam banjir, Kamis (8/1/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung menyebabkan sejumlah ruas jalan utama terendam banjir, Kamis (8/1/2026). Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas tersendat dan banyak kendaraan roda dua mengalami mogok.

Beberapa titik banjir di antaranya terjadi di Jalan Antasari, Kelurahan Kedamaian, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kemiling, serta sejumlah kawasan permukiman warga. Genangan air yang cukup tinggi memaksa sebagian pengendara memutar balik atau memilih jalur alternatif melalui jalan-jalan kecil untuk menghindari banjir.

Namun, tidak sedikit pengendara yang nekat menerjang genangan air. Akibatnya, banyak sepeda motor mogok di tengah jalan.

“Dari pulang kerja mau ke arah Sukarame, maksain terabas banjir, taunya motor mogok,” ujar Sarnadi, salah satu pengendara yang melintas di Jalan Antasari.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sistem drainase, khususnya siring-siring yang dinilai sempit dan kerap tersumbat saat hujan deras.

“Kita berharap siring diperbaiki dan diperlebar agar air tidak tersumbat,” kata dia. 

Sementara itu, Lurah Kalibalau Kencana, Nimbang, menyampaikan bahwa banjir juga merendam permukiman warga di wilayahnya. Tercatat sebanyak 126 rumah terdampak banjir akibat luapan air.

“Untuk saat ini ada 126 rumah yang terdampak banjir di Kelurahan Kalibalau Kencana. Seluruh warga yang terdampak sudah dievakuasi dan pengungsian terpusat di masjid,” jelas Nimbang.

Ia menambahkan, banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari wilayah atas, khususnya daerah Kemiling dan sekitarnya. Kondisi geografis wilayah Kalibalau Kencana yang berada di dataran rendah membuat kawasan ini hampir setiap tahun terdampak banjir saat musim hujan.

“Banjir ini banjir kiriman dari daerah atas. Setiap musim hujan, wilayah kami memang rawan karena posisinya lebih rendah,” katanya.

Ia mengaku telah membentuk tim di setiap RT untuk membantu penanganan banjir. 

“Semua sudah dievakuasi, yang dibutuhkan nasi bungkus bagi warga yang belum makan,” pungkasnya. (*)