• Kamis, 08 Januari 2026

Produksi Padi Lampung Naik 15 Persen, Gubernur Mirza Optimis Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 07 Januari 2026 - 17.48 WIB
15

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara virtual dari Kantor PDAM Pesawaran, Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, optimistis Provinsi Lampung akan menjadi salah satu penopang utama swasembada pangan nasional seiring meningkatnya produksi padi di daerah tersebut.

Optimisme itu disampaikan Gubernur Mirza usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara virtual dari Kantor PDAM Pesawaran, Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026).

Gubernur Mirza mengungkapkan, produksi padi Lampung pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan, hampir mencapai 15 persen. Dari sebelumnya sekitar 2,7 juta ton, kini meningkat menjadi sekitar 3 juta ton.

"Alhamdulillah, tahun ini produksi padi Lampung naik hampir 15 persen. Dari 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton. Kami optimistis pada 2026 produksi padi bisa meningkat lagi di kisaran 15 hingga 20 persen," ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut akan semakin diperkuat melalui penerapan pupuk organik cair yang ditargetkan dapat digunakan secara merata pada tahun 2026. 

"Implementasi teknologi ini diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 persen," kata dia. 

Selain padi, pihaknya juga terus mendorong peningkatan produksi komoditas strategis lainnya, seperti jagung. 

Upaya ini diperkuat dengan kerja sama antardaerah, salah satunya melalui perjanjian kerja sama sektor pertanian antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah.

"Kita saling membutuhkan. Lampung memasok gula, sementara Jawa Tengah memasok cabai dan bawang. Ini adalah bentuk sinergi antardaerah untuk menjaga stabilitas pangan nasional," jelasnya.

Gubernur Mirza juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. 

Seluruh kepala daerah di Lampung telah diinstruksikan untuk menginventarisasi serta mendaftarkan lahan sawah berkelanjutan agar tidak terjadi alih fungsi lahan.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan nasional dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat. 

Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak strategis bagi kedaulatan bangsa.

"Tidak ada bangsa yang merdeka kalau kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain," tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari peran strategis para petani Indonesia, yang disebutnya sebagai fondasi utama perjuangan bangsa sejak awal kemerdekaan.

Sementara itu Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menambahkan capaian swasembada pangan nasional saat ini ditopang oleh kondisi stok pangan dan kinerja sektor pertanian yang berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. 

"Saat ini stok pangan nasional tercatat sebesar 3,2 juta ton, dengan kesejahteraan petani dan kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren positif," kata dia. (*)