• Rabu, 07 Januari 2026

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 8 Januari 2026

Senin, 05 Januari 2026 - 14.35 WIB
18

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 8 Januari 2026 . Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang selama tiga hari ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah terjadi seiring masih aktifnya siklon tropis IGGY yang terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa, dengan prediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

“Dalam beberapa hari ke depan sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta,” ujar Andri dalam keterangannya dilansir Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Andri menyebutkan, sirkulasi siklonik turut terpantau di Kalimantan Utara yang dapat membentuk daerah perlambatan angin serta pertemuan angin.

Pola tersebut memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara dan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

Kondisi serupa diprediksi terjadi di Perairan Barat Aceh, serta dari Samudera Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan. 

“Kondisi-kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar wilayah yang dipengaruhi bibit siklon dan sirkulasi siklonik,” tuturnya. 

Sementara itu, suhu muka laut yang relatif hangat memperkaya suplai uap air di Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan Timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian barat, Teluk Cenderawasih, serta Samudera Pasifik utara Papua. Hal tersebut meningkatkan curah hujan.

Andri menjelaskan, sejauh ini Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator masih terpantau aktif dalam tiga hari ke depan melalui wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Maluku, Maluku Utara, dan Papua bagian barat. 

“Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak,” ucap Andri. 

Secara regional, lanjut dia, fenomena seruakan udara dingin atau cold surge dari Asia diperkirakan menguat dalam beberapa hari. Berdasarkan prediksi BMKG hingga Kamis (8/1/2026), cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. 

Andri mencatat, daerah yang perlu mewaspadai hujan intensitas sedang yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. 

Kemudian, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan. 

BMKG juga memperkirakan, gelombang setinggi 2,5 meter sampai empat meter terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT. 

BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. 

“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi,” papar Andri. (*)