Alami Tunda Bayar Proyek, Kontraktor Hanya Bisa Pasrah
Alami Tunda Bayar Proyek, Kontraktor Hanya Bisa Pasrah. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemprov Lampung hanya bisa pasrah dengan adanya kebijakan tunda bayar. Mereka tidak bisa berbuat banyak selain menunggu hak pembayaran yang hingga kini belum diterima.
"Semua pekerjaan sudah selesai sejak Oktober lalu. Tapi sampai sekarang, satu rupiah pun belum kami terima,” kata seorang kontraktor, Minggu (4/1/2026).
Kontraktor ini mengaku sudah beberapa kali menanyakan kepastian kapan proyeknya, namun pihak dinas hanya memintanya bersabar.
"Proyek sudah lama selesai, dokumen lengkap, serah terima sudah dilakukan. Namun, pembayaran hingga kini tidak kunjung turun. Alasannya klasik defisit anggaran,” ungkap kontraktor ini.
"Katanya PAD gak tercapai, dana gak ada. Tapi anehnya, ada juga proyek lain yang cair. Kok bisa? Siapa yang menentukan siapa yang dibayar duluan?” lanjutnya.
Kontraktor lain yang juga belum dibayar mengungkapkan, beredar rumor bahwa pencairan proyek dilakukan secara selektif. Beberapa proyek disebut-sebut mendapat prioritas misterius, sementara yang lain dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
"Punya kami di Perkim, sudah PHO empat bulan lalu, tetap gak cair. Tagihan masuk sejak Oktober, tapi sunyi,” ungkapnya.
Kontraktor ini mengaku, kini nasibnya semakin tidak jelas karena sudah keluar modal banyak untuk mengerjakan proyek, tapi hingga kini belum ada pencairan.
Ia mengungkapkan, sejumlah kontraktor modalnya sudah habis, hutang menumpuk, dan para pekerja menagih upah yang belum dibayar.
"Kami sudah kerja sesuai kontrak, sesuai aturan. Tapi hak kami digantung. Kalau begini terus, banyak yang bisa gulung tikar,” ujar kontraktor ini dengan nada kesal.
Kontraktor ini mengungkapkan, masih berpikir dua kali untuk mengerjakan proyek di OPD Provinsi Lampung tahun 2026, karena hingga kini proyek TA 2025 belum ada pembayaran.
"Kalau proyek 2025 saja belum dibayar, bagaimana kami bisa ikut tender proyek 2026. Modal kami yang sebagian pinjam bank saja belum dibayar, kayaknya tidak mungkin kalau pinjam bank lagi. Khawatirnya hutang kami semakin menumpuk,” imbuhnya. (*)
Berita Lainnya
-
Prakiraan Cuaca Lampung Senin 05 Januari 2026: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir
Senin, 05 Januari 2026 -
PAD Lampung Tak Capai Target, Kontraktor Alami Tunda Bayar, Slamet: Penyebab Utama PKB Turun Signifikan
Senin, 05 Januari 2026 -
Tahun 2025, Sebanyak 24.175 Warga Lampung Jadi Pekerja Migran
Minggu, 04 Januari 2026 -
Kado Anak Magang hingga Parfum, KPK Catat 5.020 Laporan Gratifikasi Sepanjang 2025
Minggu, 04 Januari 2026









