Kemitraan Tebu SGC Menguntungkan Petani Karena Harga Dijaga Pemerintah
Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Senin (22/12). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Kemitraan tebu yang dilakukan Sugar Group Companies (SGC) diyakini bisa memakmurkan masyarakat Lampung. Hal itu dikarenakan harga tebu akan selalu dijaga tetap tinggi oleh pemerintah karena tebu merupakan bahan baku pembuat gula yang merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako).
“Yakinlah bahwa kemitraan tebu ini akan memakmurkan masyarakat karena harga tebu dijaga pemerintah, tidak seperti singkong saat panen justru harga turun,” kata Senator asal Lampung, Bustami Zainuddin saat menghadiri Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Senin (22/12).
Bustami yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengatakan, intinya petani itu menanam komoditas dan kalau panen harus ada yang menampung.
“Sebagai anggota DPD Lampung, saya berterima kasih kalau ada perusahaan besar seperti SGC mau mengajak petani beralih menanam tebu. Petani itu butuh kepastian, kepastian yang beli dan kepastian harga,” kata Bustami.
Sementara itu, perwakilan SGC, Saeful Hidayat mengatakan, selain sebagai salah satu sembilan bahan pokok, kebutuhan tebu nasional juga tinggi.
“Kebutuhan gula kita itu 7 juta ton per tahun, sementara produksi nasional hanya 3 juta ton. Barang kalau kebutuhannya tinggi, dan pasokannya masih kurang, harganya pasti tinggi,” kata Saeful.
Saeful juga menjelaskan, yang membedakan kemitraan tebu SGC dan kemitraan lain adalah pendampingan dan bimbingan teknis.
“Apa pun jenis tanamannya, yang penting harus ada bimbingan teknis bagi petani. Wajar jika petani baru pertama kali menanam tanaman tertentu, mendapat bimbingan teknis sehingga hasilnya bisa maksimal," katanya.
Menurut Saeful, bimbingan teknis yang dilakukan dalam kemitraan SGC berupa cara-cara budidaya tebu yang baik, mulai dari persiapan hingga panen. Sehingga saat panen hasilnya bisa maksimal.
Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri mengatakan bahwa ketahanan pangan itu bukan hanya padi, tetapi juga gula.
“Makanya saya mendukung kemitraan tebu yang digagas SGC ini, selain untuk ketahanan pangan, juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat petani Lampung Tengah,” kata Komang. (*)
Berita Lainnya
-
Polisi Ungkap Home Industry Perakitan Senjata Api Ilegal di Lampung Tengah
Sabtu, 10 Januari 2026 -
Tata Kelola Keuangan Pemda Lampung Tengah Buruk, Media Tak Dibayar, Transparansi Nol, Dugaan Korupsi Kian Akut
Selasa, 30 Desember 2025 -
Pemkab Lampung Tengah Sinkronkan Program Pertanian Bersama PPL, Libatkan Kementerian Pertanian dan Sugar Group Companies Dorong Hilirisasi Tebu
Sabtu, 20 Desember 2025 -
7 Pos Pengamanan dan 1 Pos Pelayanan Disiagakan Hadapi Nataru di Lampung Tengah
Kamis, 18 Desember 2025









