• Jumat, 13 Maret 2026

Bupati Egi Tegaskan Komitmen Lindungi Pendirian Gereja di Lampung Selatan

Senin, 22 Desember 2025 - 20.15 WIB
4

Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Oikumene Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025, Senin (22/12/2025), di GOR Way Handak, Kalianda. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan komitmennya untuk melindungi hak seluruh warga tanpa membedakan latar belakang suku dan agama, termasuk membantu kelancaran proses pendirian rumah-rumah ibadah yang hingga kini belum memiliki izin resmi.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Egi di hadapan sekitar 800 jemaat Kristiani yang menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Oikumene Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025, Senin (22/12/2025), di GOR Way Handak, Kalianda. 

"Sebagai bupati, saya bukan milik kelompok tertentu. Saya milik seluruh masyarakat Lampung Selatan. Karena itu, saya akan berupaya maksimal melindungi kepentingan semua warga, termasuk dalam pendirian rumah-rumah ibadah,” ujar Egi yang disambut tepuk tangan jemaat. 

Selain menegaskan komitmen terkait kebebasan beribadah, Bupati Egi juga menjanjikan bantuan sarana pendukung kegiatan keagamaan bagi umat Kristiani. Ia menyebut akan memfasilitasi pengadaan 17 unit gitar yang akan disalurkan ke 17 kecamatan di Lampung Selatan.

"Saya akan bantu pengadaan 17 gitar untuk 17 kecamatan yang ada di Lampung Selatan,” katanya. 

Dalam suasana penuh kebersamaan, Bupati Egi mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga Perayaan Natal Oikumene dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kekeluargaan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Natal Tahun 2025 kepada seluruh umat Kristiani, serta selamat menyongsong Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat,” ucapnya. 

Ia berharap momentum Natal dan pergantian tahun dapat membawa semangat kedamaian, keteduhan, serta mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Lampung Selatan.

Menurutnya, Perayaan Natal Oikumene bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, khususnya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

"Perayaan Natal mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, seperti saling menghormati, saling menolong, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan utama Lampung Selatan,” ujarnya.

Di penghujung tahun 2025, Egi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersyukur karena Lampung Selatan tetap terjaga sebagai daerah yang rukun, aman, dan damai.

"Kerukunan antarumat beragama tidak cukup hanya dirayakan dalam seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam gotong royong, toleransi, dan komitmen bersama membangun daerah,” tegasnya. 

Menutup sambutannya, Bupati Egi mengajak umat Kristiani untuk terus berperan aktif dalam menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"Lampung Selatan adalah rumah besar bagi kita semua. Mari kita tutup Tahun 2025 dengan rasa syukur dan melangkah ke Tahun 2026 dengan optimisme dan semangat persatuan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Oikumene, Pdt. Suhardi Rabianto, menyampaikan bahwa masih ada kendala terkait perizinan pendirian rumah ibadah di wilayah Kalianda. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

"Setahu saya, sampai sekarang di Kota Kalianda belum ada gereja yang mengantongi izin pendirian resmi. Gereja-gereja yang ada saat ini baru sebatas mengantongi izin beribadah,” ungkapnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Perayaan Natal Bersama Oikumene Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025. (*)