Seminar Museum Ketransmigrasian Kupas Sejarah Kolonisasi dan Emigrasi di Lampung
UPTD Museum Ketransmigrasian Lampung menggelar Seminar Kajian Permuseuman mengenai mata pencaharian masyarakat transmigrasi kolonisasi. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Pesawaran - Pada hari kedua dan ketiga Rabu-Kamis (3-4/12/2025) Seminar Kajian Permuseuman yang digelar oleh UPTD Museum Ketransmigrasian Lampung, pembahasan difokuskan pada tema adaptasi dan akulturasi religi serta budaya masyarakat transmigrasi, termasuk kupasan mengenai mata pencaharian masyarakat transmigrasi kolonisasi.
Kepala UPTD Museum Ketransmigrasian Lampung, Syafriyadi, mengatakan bahwa sejarah kolonisasi dan emigrasi kembali menjadi sorotan dalam diskusi kebudayaan di Lampung. Sejarah panjang perpindahan penduduk ke wilayah ini telah membentuk wajah demografi, ekonomi, serta struktur sosial masyarakat Lampung modern.
Pada hari kedua pemaparan, narasumber menegaskan bahwa kolonisasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan sebuah rekayasa sosial-ekonomi berskala besar. Kebijakan kolonial Hindia Belanda meninggalkan pengaruh mendalam terhadap tatanan sosial masyarakat Nusantara, termasuk di Lampung.
Lampung disebut sebagai wilayah kolonisasi Jawa yang paling masif pada akhir era kolonial. Masuknya gelombang penduduk dari Jawa membawa perubahan besar pada komposisi demografi, membuka pusat-pusat permukiman baru, serta membentuk struktur ekonomi lokal. Proses ini menjadi fondasi bagi karakter masyarakat Lampung saat ini.
Sementara itu, hari ketiga diskusi menyoroti fase emigrasi yang melahirkan kampung-kampung Jawa baru di berbagai wilayah Lampung. Emigrasi dinilai berperan besar dalam mendorong kemajuan pertanian, perekonomian, dan perkembangan sosial masyarakat setempat.
Namun, selain membawa kemajuan, emigrasi juga mewariskan dinamika sosial berupa segregasi antar kelompok. Warisan sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam memahami hubungan sosial masyarakat Lampung hingga masa kini.
Lampung kemudian dikenal sebagai daerah dengan periodesasi transmigrasi paling lengkap di Indonesia. Perpindahan penduduk di wilayah ini tercatat sejak masa Hindia Belanda, berlanjut pada era pendudukan Jepang, hingga program transmigrasi setelah kemerdekaan. "Kesinambungan sejarah inilah yang menjadikan Lampung sebagai salah satu laboratorium sosial penting dalam studi kependudukan Indonesia," ucapnya. (ADV)
Berita Lainnya
-
Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemkab Lamsel Belum Terima Gaji, BPKAD: Terkendala Proses Pengajuan Perangkat Daerah
Jumat, 13 Februari 2026 -
Bupati Hamartoni Tekankan Peran Strategis MUI sebagai Perekat Persatuan di Lampung Utara
Kamis, 12 Februari 2026 -
Pemprov Lampung-KPK Perkuat Tata Kelola, Lampung Naik ke Peringkat 5 Nasional MCSP
Kamis, 12 Februari 2026 -
Isu Penghapusan TKBM Mengemuka, Wamenaker: Manusia Tak Bisa Diganti Robot
Kamis, 12 Februari 2026









