Gubernur Mirza : Tabligh Akbar Indonesia Berdoa Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau lokasi Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, Minggu (30/11/2025). Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal, menegaskan bahwa penyelenggaraan Tabligh Akbar Indonesia
Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala
internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat
sekitar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau kegiatan berskala internasional tersebut di Kota Baru, Minggu (30/11/2025).
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemprov Lampung akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala besar sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian daerah berbasis event.
"Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan nasional dan internasional. Setiap event besar harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Gubernur.
Gubernur juga mengapresiasi sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, relawan, dan panitia sehingga kegiatan berjalan kondusif dan tertib. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.
"Harapan nya penyelenggaraan kegiatan menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman, ramah, dan siap menjadi destinasi kegiatan berskala besar.
Kegiatan akbar yang berlangsung mulai 28-30 November 2025, dipadati oleh ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional dari berbagai negara.
Dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan salat Jum'at, dihadiri secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sekaligus menyampaikan khotbah.
Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut Gubernur, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan.
Ribuan jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara mendorong pertumbuhan transaksi di sektor UMKM, pedagang kaki lima, pasar rakyat, usaha transportasi, hingga jasa penyedia tenda dan logistik.
Gubernur menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ibadah dan silaturahmi, tetapi juga berkah ekonomi. Banyak masyarakat yang merasakan manfaat, terutama pedagang dan UMKM di wilayah Lampung Selatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan lapak kuliner, warung harian, penjual kebutuhan dasar, serta pedagang minuman dan makanan siap saji ramai oleh jamaah.
Beberapa pedagang mengaku omset naik hingga beberapa kali
lipat dibanding hari biasa.
Dampak ekonomi yang luar biasa terjadi selama penyelenggaraan kegiatan, di asumsikan dari hal paling sederhana, jika masing-masing jamaah memenuhi kebutuhan makan saja dengan harga termurah Rp10.000, maka dalam satu hari akan membelanjakan uangnya sebanyak Rp30.000.
Jika dikalikan 300 ribu jamaah maka perputaran uang perhari mencapai Rp9 miliar rupiah, dalam tiga hari penyelenggaraan kegiatan setidaknya ada perputaran uang sebanyak Rp27 miliar hanya dari sisi konsumsi.
Selain pedagang, penyedia jasa transportasi lokal seperti ojol, angkutan desa, dan penyewa kendaraan juga mendapatkan dampak positif.
Sektor akomodasi di wilayah sekitar seperti Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandar Lampung dilaporkan mengalami peningkatan okupansi.
Jasa transportasi baik darat, laut dan udara juga mengalami kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dengan digelarnya Ijtima di Provinsi Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Bahlil Lahadalia Resmi Lantik Pengurus DPD Golkar Lampung Periode 2025–2030
Minggu, 30 November 2025 -
Usai Penutupan, Jamaah Mancanegara Lanjutkan Musyawarah Dunia Sampai 3 Desember
Minggu, 30 November 2025 -
Tergiur Modus Investasi Program MBG, Warga Lampung Tengah Rugi Rp400 Juta
Minggu, 30 November 2025 -
Marinir Rayakan HUT ke-80 di Lampung dengan Aksi Sosial dan Doa untuk Sumatera
Minggu, 30 November 2025









