Bapeltan Lampung Latih Petani Lampung Timur Digitalisasi Pertanian
Bapeltan Lampung melakukan pelatihan digitalisasi pertanian yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jabung, Lampung Timur. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung terus mengupayakan peningkatan kapasitas petani milenial untuk menjadi petani modern yang berdaya saing, salah satunya dengan melakukan pelatihan digitalisasi pertanian yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jabung, Lampung Timur pada 26 November sampai dengan 28 November 2025.
Dalam upaya mewujudkan petani modern berdaya saing tersebut, Kepala Bapeltan Lampung, Adi Destriadi Sutisna menegaskan bahwa Bapeltan Lampung akan terus mendampingi petani milenial Brigade Pangan kabupaten Lampung Timur salah satunya dengan memberikan pelatihan terkait digitalisasi pertanian.
Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang pengurus Brigade Pangan yang mendapatkan penghargaan sebagai Brigade Pangan Berprestasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap Brigade Pangan Berprestasi di Kecamatan Jabung ini dapat menjadi role model dan mampu menjaid motivasi bagi Brigade Pangan lainnya untuk terus mengembangkan usahanya,” demikian kata Adi.
Adi Destriadi Sutisna secara khusus menugaskan Arif Pranata selaku widyaiswara yang mendampingi petani milenial Brigade Pangan kabupaten Lampung Timur untuk memberikan pelatihan terkait digitalisasi pertanian.
Arif Pranata mengatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan dan pemahaman terkait digitalisasi pertanian.
“Kami memberikan pembekalan terkait materi Sistem Pelaporan Kinerja berbasis digital, Digital Marketing dan Pemanfaatan Media Sosial sebagai sarana untuk mengembangkan usaha,” jelas Arif.
Pelatihan ini juga melibatkan Kepala BPP Jabung, Mujiyo dan seluruh Penyuluh Pertanian Pendamping Brigade Pangan di Kecamatan Jabung.
Digitalisasi pertanian merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak produktivitas nasional.
“Transformasi teknologi modern dapat memangkas biaya produksi hingga 50% dan menjadikan pertanian Indonesia lebih kuat!” tegas Amran.
Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Idha Widi Arsanti juga menegaskan bahwa insan pertanian harus memahami arti penting system digitalisasi, teknologi dan inovasi untuk memasuki era industry 4.0.
“Digitalisasi adalah bagian dari upaya Kementerian pertanian untuk mendorong pertanian Indonesia menjaid lebih maju, mandiri dan modern di masa depan, yang pada akhirnya bertujuan untuk kesejateraan petani dan swasembada pangan!” demikian Idha Widi menegaskan. (**)
Berita Lainnya
-
Usai Penutupan, Jamaah Mancanegara Lanjutkan Musyawarah Dunia Sampai 3 Desember
Minggu, 30 November 2025 -
Tergiur Modus Investasi Program MBG, Warga Lampung Tengah Rugi Rp400 Juta
Minggu, 30 November 2025 -
Marinir Rayakan HUT ke-80 di Lampung dengan Aksi Sosial dan Doa untuk Sumatera
Minggu, 30 November 2025 -
Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Resmi Ditutup, Diikuti 570 Ribu Peserta dari 99 Negara
Minggu, 30 November 2025









