Bupati Lambar Tegur Peratin: Wajib Patuh pada Camat atau Siap Kena Sanksi
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat memimpin Rapat Sinkronisasi Program Pusat, Daerah, dan Pekon di Aula Kagungan Sekretariat Daerah, Selasa (11/11/2025). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus, secara tegas menegur sejumlah Peratin (Kepala Desa) yang dinilai mulai abai terhadap arahan dan koordinasi camat.
Teguran itu disampaikan Parosil saat memimpin Rapat Sinkronisasi Program Pusat, Daerah, dan Pekon di Aula Kagungan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Barat, Selasa (11/11/2025).
Parosil menekankan bahwa camat merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di wilayah kecamatan, sehingga setiap peratin wajib mematuhi instruksi demi kelancaran program pembangunan.
Ia juga menyayangkan adanya perilaku sebagian peratin yang justru mengabaikan arahan camat.
"Kalau peratin sudah diomongin tapi tidak nurut, apa boleh buat. Kita sudah lakukan pembinaan, tapi kalau masih tidak mendengarkan, akan kita lakukan penindakan melalui Inspektorat,” tegasnya.
Menurut Parosil, pengelolaan anggaran pekon harus dilakukan secara akuntabel dan transparan.
Ia mengingatkan bahwa pembinaan dan pendampingan tetap menjadi langkah utama, namun jika ada pelanggaran yang terus berulang, penindakan menjadi pilihan tidak terhindarkan.
Bupati juga menilai banyak peratin memandang negatif kedatangan Inspektorat ketika turun ke pekon untuk pemeriksaan atau pembinaan. Padahal, kata dia, Inspektorat hadir untuk mencegah pelanggaran dan membantu memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.
"Selama ini kalau Inspektorat masuk ke pekon, saya lihat peratin malah panas dingin. Harusnya tidak begitu. Bersyukur dan berterima kasih kalau Inspektorat turun melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Parosil kembali menuntut kekompakan antara peratin dan camat. Ia melihat adanya penurunan kedisiplinan dan koordinasi yang dapat menghambat efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
"Saya lihat sekarang kok peratin sama camatnya sudah kurang greget, kurang patuh,” katanya.
Parosil bahkan mempertanyakan alasan sebagian peratin tidak lagi menghormati otoritas camat, sambil menegaskan bahwa camat merupakan orang kepercayaan bupati dan harus didukung penuh. Ia meminta peratin melaporkan jika ada camat yang menyimpang dari tugas.
"Kalau ada yang nyeleneh, laporkan ke saya, nanti saya yang kasih sanksi,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan program pembangunan di Lampung Barat sangat bergantung pada soliditas camat dan peratin.
"Peratin tidak akan bisa menjalankan program bupati kalau tidak didukung camat yang kuat,” pungkas Parosil.
Rapat tersebut dihadiri para camat, peratin, dan sejumlah pejabat OPD untuk menyelaraskan pelaksanaan program pembangunan di seluruh wilayah pekon. (*)
Berita Lainnya
-
Mistiana: Serapan Anggaran Tidak Maksimal Hambat Pembangunan, OPD Harus Gerak Cepat
Kamis, 11 Desember 2025 -
Hujan Deras Picu Luapan Kali Way Bulok, 42 Rumah di Pekon Bumi Hantatai Lambar Terendam Banjir
Kamis, 11 Desember 2025 -
Soal Rendahnya Serapan Anggaran, Bukti Lemahnya Tata Kelola Pemerintahan Lampung Barat
Kamis, 11 Desember 2025 -
Ulat Hidup di Ompreng MBG, Ini Penjelasan Satgas SPPG Lampung Barat
Kamis, 11 Desember 2025









