• Jumat, 02 Januari 2026

25 Tunanetra Terima Bantuan Wirausaha dari Wali Kota Eva Dwiana

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15.06 WIB
5

25 Tunanetra Terima Bantuan Wirausaha dari Wali Kota Eva Dwiana. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.

Pada Kamis (9/10/2025), Wali Kota Eva Dwiana menghadiri acara penyerahan bantuan wirausaha bagi penyandang disabilitas tunanetra yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Bandar Lampung.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat penyandang disabilitas.

Kehadiran Wali Kota sekaligus menegaskan bahwa kelompok disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berdaya saing di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 penyandang disabilitas tunanetra menerima bantuan modal usaha yang diserahkan secara simbolis.

Bantuan tersebut berupa berbagai perlengkapan usaha seperti kasur busa, minyak zaitun, minyak kayu putih, seprai, bantal, lemari, kain jarik, handuk kecil, hingga alat terapi yang dapat menunjang produktivitas penerima.

Pemkot Bandar Lampung terus memperkuat program pemberdayaan bagi masyarakat rentan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah membangun lingkungan yang ramah disabilitas serta membuka akses yang lebih luas bagi warga untuk meningkatkan taraf hidup.

Melalui program bantuan ini, pemerintah berharap para penerima tidak hanya mendapatkan dukungan material, tetapi juga dorongan semangat untuk mengembangkan potensi wirausaha mereka.

Kesempatan tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas.

Pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung terciptanya kota inklusif. Dengan dukungan bersama, para pelaku wirausaha disabilitas diharapkan dapat menjadi inspirasi dan bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan mandiri. (*)