Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Metro Berpotensi Mundur
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Metro
- Harapan ribuan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh
waktu di Kota Metro untuk segera dilantik tampaknya harus sedikit bersabar.
Pasalnya, proses pelantikan yang semula diprediksi berlangsung pada Oktober ini
berpotensi mundur dari jadwal semula.
Plt. Kepala Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Suwandi
menjelaskan bahwa kendala teknis pada sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN)
menjadi penyebab utama keterlambatan.
“Untuk PPPK paruh
waktu, kita belum selesai input usul NI PPPK ke BKN. Saat ini masih dalam
proses pengajuan perpanjangan waktu. Penyebabnya karena pada akhir-akhir waktu
usul, tepatnya tanggal 29 September, jaringan server sangat lambat. Tidak hanya
Metro, kabupaten dan kota lain juga mengalami kendala serupa,” ujar Suwandi
saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, proses input
data ke server BKN merupakan tahapan krusial sebelum penetapan Nomor Induk (NI)
PPPK dilakukan. Tanpa penyelesaian tahap tersebut, pemerintah daerah tidak bisa
melangkah pada agenda pelantikan.
Meskipun begitu,
pemerintah daerah memastikan bahwa keterlambatan ini tidak akan mengurangi
hak-hak mereka setelah resmi dilantik.
“Begitu pelantikan
selesai, hak-hak PPPK tetap berlaku penuh sesuai aturan. Jadi tidak perlu
khawatir,” tegas Suwandi.
Terpisah, Wakil Wali
Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, meminta para tenaga PPPK paruh waktu
untuk memahami kondisi ini dan tetap bersabar menunggu kepastian jadwal resmi
dari pemerintah daerah.
“Pemerintah Kota Metro
memastikan tidak ada yang dirugikan. Hanya saja proses ini memang harus sesuai
mekanisme nasional. Kita berharap seluruh PPPK paruh waktu bisa bersabar sampai
batas waktu yang nanti akan disampaikan kembali,” jelasnya.
Rafieq juga
menegaskan, keterlambatan ini murni karena faktor teknis di tingkat pusat,
bukan karena kelalaian pemerintah daerah.
“Kita tetap
berkomitmen memperjuangkan agar pelantikan segera terlaksana,” tambahnya.
Prediksi mundurnya
jadwal pelantikan memang tidak lepas dari persoalan jaringan server nasional
yang melambat. Kondisi ini menyebabkan sejumlah pemerintah daerah, termasuk
Metro, tidak dapat menyelesaikan input data sesuai tenggat waktu.
Gangguan jaringan
sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Alhasil, data ribuan PPPK dari
berbagai daerah menumpuk dan belum dapat diverifikasi secara tuntas oleh BKN.
“Kalau jaringan
lancar, proses sebenarnya bisa cepat selesai. Tapi karena lambat, banyak data
yang gagal terunggah. Sehingga kita harus ulangi beberapa kali. Inilah yang
membuat waktu semakin molor,” tandasnya.
Dengan kondisi ini,
pelantikan ribuan tenaga PPPK paruh waktu di Kota Metro kemungkinan besar tidak
bisa dilakukan sesuai prediksi awal, bahkan diperkirakan jumlah yang akan
dilantik tidak sesuai dengan data yang diusulkan yaitu 1.925 orang.
Dimungkinkan bakal ada
pengurangan jumlah PPPK Paruh Waktu yang akan dilantik. Pemerintah Kota masih
menunggu konfirmasi resmi dari BKN setelah proses input data rampung.
Masyarakat, khususnya
para tenaga PPPK, kini menunggu kepastian jadwal baru yang akan segera
diumumkan oleh Pemkot Metro dalam waktu dekat. (*)
Berita Lainnya
-
Empat Pejabat Pemkot Metro Dirolling, Diantaranya Sekretaris Inspektorat Hingga Wadir RSUDAY
Senin, 19 Januari 2026 -
Musrenbang Purwoasri, Pemkot Metro Prioritaskan Infrastruktur Penopang Pangan
Senin, 19 Januari 2026 -
Usulan Pembangunan Hilang, Warga Banjarsari Ancam Demo Pemkot Metro
Kamis, 15 Januari 2026 -
DPRD Desak Pemkot Tepati Janji, Pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari Diminta Jadi Prioritas 2026
Kamis, 15 Januari 2026









