• Minggu, 31 Agustus 2025

‎Sultan Selayar Akbar Serukan Kedamaian Lampung di Tengah Dinamika Politik Nasional

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17.52 WIB
74

Sultan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Bejalan Di Way, Peniakan Dalom Beliau Hi. Selayar Akbar Suttan Jaya Kesuma IV yang ke-XX. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sultan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Bejalan Di Way, Peniakan Dalom Beliau Hi. Selayar Akbar Suttan Jaya Kesuma IV yang ke-XX, mengeluarkan imbauan penting terkait dinamika politik nasional yang belakangan semakin memanas.

Ia menyerukan agar masyarakat Lampung tetap menjaga kedamaian, kondusivitas, serta mengedepankan nilai adat dalam menyampaikan aspirasi 1 September 2025 besok.

‎Sultan Bejalan Di Way menyampaikan bahwa kondisi politik di Indonesia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan suhu yang cukup signifikan.

Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat Lampung tidak terprovokasi oleh situasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

‎“Dengan segala kerendahan hati, saya meminta kepada saudara-saudari sekalian, sesuai dengan kondisi perpolitikan di Indonesia yang dalam beberapa hari ini semakin memanas, mari kita sama-sama menjaga kesejukan di Lampung,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

‎Sebagai pimpinan adat dari Kepaksian Buay Bejalan Di Way, Sultan Selayar Akbar Suttan Jaya Kesuma menekankan pentingnya menyalurkan aspirasi dengan cara-cara yang benar.

Menurutnya, suara masyarakat tetap harus disampaikan, namun tidak boleh dengan cara yang merusak tatanan sosial maupun keamanan daerah.

‎Ia secara tegas meminta agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dalam setiap aksi maupun kegiatan penyampaian aspirasi.

"Sampaikan pendapat dengan baik, berakhlak, sopan, dan beradab. Tunjukkan bahwa masyarakat Lampung adalah masyarakat yang beradab,” katanya.

‎Imbauan ini, lanjutnya, menjadi penting agar citra masyarakat Lampung tetap terjaga di mata publik nasional.

Menurut Sultan, Lampung memiliki identitas sebagai daerah yang berpegang pada adat dan budaya luhur, sehingga tidak seharusnya tercoreng oleh aksi-aksi yang tidak mencerminkan nilai tersebut.

‎Selain itu, Sultan Bejalan Di Way juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan wilayah.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi daerah Lampung agar tetap kondusif dan aman sehingga aktivitas sosial, ekonomi, maupun pemerintahan bisa berjalan normal tanpa hambatan.

‎“Kalau situasi tidak terkendali, maka yang akan terdampak adalah masyarakat sendiri. Aktivitas bisa terganggu, roda ekonomi bisa terhenti, dan pelayanan publik juga ikut terbatas. Oleh karena itu mari kita kawal bersama Lampung agar tetap damai,” tegasnya.

‎Sultan juga menegaskan bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Nilai adat, menurutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi situasi politik yang penuh dinamika.

‎Ia menambahkan, masyarakat adat Lampung telah lama mengajarkan prinsip hidup rukun, menjaga persaudaraan, serta menghindari perpecahan. Prinsip tersebut, katanya, perlu terus dipegang teguh di tengah kondisi politik yang sedang panas.

‎“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita tetap harus menyampaikan aspirasi. Tetapi ingat, aspirasi itu harus disampaikan secara beradab, karena adat dan budaya Lampung menekankan pentingnya sopan santun dan akhlak mulia,” ucap Sultan.

‎Ia juga mengingatkan agar setiap elemen masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan menghindari provokasi yang dapat memecah belah.

Menerangkan, kondisi politik nasional seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, bukan justru menciptakan konflik horizontal.

‎“Kalau ada perbedaan pendapat, mari kita hadapi dengan kepala dingin. Jangan sampai Lampung tercatat sebagai daerah yang rusuh. Justru Lampung harus menjadi contoh bahwa aspirasi bisa disampaikan dengan damai,” pesannya.

‎Sultan Bejalan Di Way menekankan, keamanan dan ketertiban Lampung adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan aparat.

Ia berharap masyarakat Lampung Barat khususnya, dan seluruh masyarakat Lampung pada umumnya, dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian.

‎“Semoga imbauan ini bisa dilaksanakan demi kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya di Lampung Barat. Mari kita jaga daerah kita agar tetap aman, kondusif, dan beradab,” pungkasnya. (*)