Orang Tua Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Bandar Lampung Mengeluh Pengobatan Tak Ditanggung BPJS

Arsen dan Kiano saat meringkuk kesakitan di rumah sakit diduga keracunan MBG. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) milik Pemerintah Pusat dikeluhkan oleh orang tua siswa SDN 2
Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Sejumlah murid diduga mengalami keracunan
setelah menyantap makanan tersebut.
Salah seorang wali murid, Lena, mengaku kecewa lantaran harus menanggung biaya pengobatan anak-anaknya secara mandiri. Dua putranya, Arsen (10) dan Kiano (8), mengalami sakit perut, muntah, dan diare sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo.
Namun, Lena terpaksa mengeluarkan biaya Rp600 ribu untuk perawatan infus, karena klaim BPJS Kesehatan disebut tidak berlaku.
“Anak-anak saya hanya sempat diinfus. Mau rawat inap, tapi kata petugas tidak tercover BPJS, padahal keluarga saya terdaftar. Kalau pilih jalur umum, biayanya sangat berat. Akhirnya saya putuskan membawa anak-anak pulang,” kata Lena, Sabtu (30/8/2025).
BACA JUGA: Diduga Keracunan MBG, Dua Siswa SD di Bandar Lampung Dilarikan ke Rumah Sakit
Ia menambahkan, kondisi ekonomi keluarganya yang hanya tinggal di kontrakan sederhana membuat biaya rumah sakit terasa semakin memberatkan.
Tidak hanya itu, Lena juga sempat menghubungi pihak sekolah untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, ia mengaku tidak mendapat jawaban memuaskan.
“Saya tanyakan ke kepala sekolah, siapa yang harus bertanggung jawab. Tapi pihak sekolah bilang mereka tidak punya dana untuk mengganti biaya pengobatan,” ujarnya.
Menurut Lena, pemerintah seharusnya memberikan perlindungan lebih jelas terhadap program MBG, terutama ketika muncul masalah yang berdampak pada keselamatan anak-anak.
“Kalau ada masalah, seharusnya pemerintah atau dinas terkait segera turun tangan. Jangan malah membiarkan orang tua menanggung sendiri,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah maupun sekolah dapat segera memberikan solusi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sementara, kepala sekolah SDN 2 Sukabumi, Siti Patmawati mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Tidak banyak upaya yang bisa dilakukan terlebih mengenai biaya pengobatan anak didiknya yang mengalami keracunan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
"Iya mas untuk pertanyaan di atas yang jelas kami pihak sekolah sudah berusaha semampu kami untuk berkoordinasi pihak terkait, dan dengan siswa kami sudah mengarahkan untuk ke puskes yang terdekat kami sudah konfirmasi dengan dokter dan pihak puskes," ungkapnya.
Ditanya soal jumlah orang tua siswa lain yang sudah melapor mengenai kondisi serupa, Siti hanya menyampaikan bahwa pihak Dinas Kesehatan bersama Lurah setempat telah melakukan pendataan, namun tidak disebut berapa jumlah pastinya.
"Ada mas sudah di data sama Dinkes dan Lurah,"
singkatnya.
Diketahui sebelumnya, dua siswa SDN 2 Sukabumi, yakni Arsen dan Kiano, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG di sekolah.
Tak hanya kedua siswa itu, beberapa siswa lain yakni kelas 4 sebanyak 9 orang dan kelas 2 sebanyak 5 orang juga mengalami kondisi serupa, bahkan sebagiannya telah dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya masing-masing untuk melakukan pengobatan.
Dari informasi sementara pula hal serupa terjadi dan di alami oleh sebanyak 21 siswa SMPN 31 Campang Raya, kota Bandar Lampung. Kupastuntas.co masih berupaya mengkonfirmasi pihak sekolah. (*)
Berita Lainnya
-
Walikota Eva Dwiana Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor
Sabtu, 30 Agustus 2025 -
Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru
Sabtu, 30 Agustus 2025 -
Banjir dan Longsor Putus Jalan RE Martadinata Lempasing
Sabtu, 30 Agustus 2025 -
Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Empat Kecamatan Terendam Banjir dan Longsor
Sabtu, 30 Agustus 2025