Gelar PKM di Desa Surya Mataram, Direktur UT: Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Jumat, 29 Agustus 2025 - 10.48 WIB
1.2k

UT Bandar Lampung melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Timur –
Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) Nasional di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga,
Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas berbagai
permasalahan masyarakat desa dengan pendekatan holistik berbasis riset
multidisiplin.
PKM merupakan salah satu bentuk
nyata penerapan hasil penelitian civitas akademika Universitas Terbuka dalam
rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk menjawab persoalan yang
dihadapi warga sekaligus menggali potensi desa agar dapat dikembangkan.
Dalam pelaksanaan PKM tahun ini,
Universitas Terbuka menghadirkan dua program utama. Pertama, kegiatan bertajuk
Pemanfaatan dan Pengolahan Ubi Kayu dalam Penganekaragaman Bahan Pangan di Desa
Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga. Kedua, kegiatan bertajuk Inovasi
Pengembangan Mesin Perontok Lada yang juga digelar di desa yang sama.
Masyarakat Desa Surya Mataram
bersama perangkat desa terlibat aktif mengikuti kegiatan tersebut. Warga
mendapat materi sosialisasi, pendampingan, hingga praktek langsung terkait
pengolahan hasil pertanian.
Direktur Universitas Terbuka
Bandar Lampung, Dra. Sri Ismulyati, M.Si., menyampaikan bahwa PKM merupakan
program strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini
diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengoptimalkan
kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha dan menciptakan teknologi tepat
guna.
“Kegiatan PKM Universitas Terbuka
Bandar Lampung tahun ini merupakan tahun ketiga sekaligus kegiatan terakhir di
Desa Surya Mataram. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan program ini
sebaik-baiknya untuk mengolah hasil pertanian, baik lada maupun ubi kayu,” ujar
Ismulyati.
Ia menekankan, keberadaan program
PKM harus mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect). Dengan demikian,
potensi desa dapat dikelola secara berkelanjutan dan menghasilkan nilai tambah
yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Ucapan terima kasih juga
disampaikan oleh perangkat desa. Kepala Desa Surya Mataram yang diwakili
Sekretaris Desa, Marsudi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas
Terbuka atas perhatian dan kepeduliannya.
“Kami berterima kasih kepada
Universitas Terbuka Bandar Lampung. Program PKM yang dijalankan selama tiga
tahun ini sangat bermanfaat, dan kami berharap mampu memberikan nilai tambah
ekonomi bagi masyarakat Surya Mataram,” kata Marsudi.
Dua ketua tim PKM, yakni Dr.
Welly Yuliatmoko untuk program inovasi mesin perontok lada dan Eli Budi
Santoso, S.E., M.S.Ak., Akt., CA untuk program pengolahan ubi kayu, turut hadir
mendampingi peserta.
Keduanya menjelaskan bahwa
kegiatan PKM Nasional merupakan penerapan iptek sekaligus sarana pemberdayaan
masyarakat desa. Mereka berharap hasil program, baik berupa pelatihan maupun
bantuan alat, bisa terus dimanfaatkan secara mandiri oleh warga.
“Selama tiga tahun ini, kami
mendampingi masyarakat Surya Mataram dengan memberikan pengetahuan, pelatihan,
hingga bantuan mesin perontok lada dan penepung mocaf. Semoga bisa mendukung
pengembangan produk pertanian, meningkatkan ekonomi keluarga, dan memperkuat
perekonomian desa,” ujar Eli Budi Santoso.
Dalam kegiatan tersebut,
masyarakat mendapatkan sosialisasi tentang pengelolaan dan pengolahan lada,
serta pemanfaatan ubi kayu menjadi mocaf (modified cassava flour). Selain itu,
warga juga dilatih membuat produk olahan makanan dari mocaf yang sehat dan
bernilai jual.
Sebagai bentuk dukungan konkret,
Universitas Terbuka menyerahkan bantuan berupa mesin/alat penepung mocaf dan
mesin perontok lada kepada kelompok masyarakat desa. Alat tersebut diharapkan
menjadi penopang keberlanjutan usaha pengolahan produk pertanian di Surya
Mataram.
Kegiatan PKM diakhiri dengan
praktek langsung oleh masyarakat. Peserta tampak antusias mencoba mengoperasikan
mesin bantuan sekaligus mempraktekkan pembuatan olahan pangan berbasis mocaf.
Dengan berakhirnya kegiatan PKM
tahun ketiga ini, Universitas Terbuka berharap masyarakat Desa Surya Mataram
mampu melanjutkan dan mengembangkan hasil pendampingan. Program ini juga
diharapkan menjadi contoh pemberdayaan berbasis iptek yang dapat direplikasi di
desa-desa lain di Kabupaten Lampung Timur. (**)
Editor : Sigit Pamungkas
Berita Lainnya
-
PHE OSES Bawa Asa ke Pulau Kelapa dan Pulau Harapan
Rabu, 27 Agustus 2025 -
Dua Toko Besar di Way Jepara Lampung Timur Ludes Terbakar
Selasa, 26 Agustus 2025 -
Wanita 50 Tahun Tewas Usai Tabrak Jembatan Parit di Sukadana Lamtim
Kamis, 21 Agustus 2025 -
Puting Beliung Rusak Belasan Rumah di Hargomulyo Lampung Timur
Selasa, 19 Agustus 2025