Yanuar Irawan: Permudah Regulasi Agar Tidak Memberatkan Guru Dapat Sertifikasi

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung – Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, mendorong adanya
pembenahan regulasi agar pengajuan sertifikasi guru di Lampung dapat
dipermudah.
Hal itu disampaikan politisi
PDI Perjuangan tersebut menanggapi data yang menyebutkan sebanyak 66.348 guru
dari total 97.591 guru di semua jenjang pendidikan—SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN, dan
SMK—di Provinsi Lampung belum memiliki sertifikat pendidik. Data tersebut
berdasarkan catatan per 17 Januari 2025 dari Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
“Kalau ingin jumlah guru
yang tersertifikasi bertambah dan prosesnya tidak memberatkan, ya regulasi dan
mekanismenya harus diubah,” tegas Yanuar, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, proses pengajuan
sertifikasi saat ini berbasis online. Namun, kondisi geografis dan
infrastruktur di Lampung berbeda-beda, terutama dalam hal ketersediaan sinyal.
“Itu kan harus membuka link
berbasis internet, sementara tidak semua guru kita memiliki kemampuan untuk
mengoperasikan teknologi,” jelasnya.
“Kalau pun mereka meminta
bantuan anaknya, itu juga terbatas. Hanya bisa pada waktu-waktu tertentu. Kalau
seperti kita yang setiap saat membuka ponsel dan membuka link, ya tidak ada
persoalan,” tambahnya.
Yanuar juga menyoroti beban
kerja guru yang ingin mengajukan sertifikasi. Salah satunya adalah kewajiban
memiliki jam mengajar sebanyak 24 jam per pekan.
“Yang saya lihat, guru yang
ingin sertifikasi harus mengajar 24 jam. Dinas Pendidikan bilang aturan itu
sudah dihapus dan bisa digantikan dengan menjadi pembina OSIS untuk memenuhi
syarat sertifikasi,” ujarnya.
“Kalau tetap harus mengajar
24 jam, itu cukup berat. Akhirnya mereka harus mengajar di beberapa tempat
untuk mengejar target tersebut. Kalau sekolahnya satu lokasi tidak masalah,
tapi kalau berjauhan, itu jadi kendala,” sambungnya.
Menurutnya, banyak faktor
yang harus dibenahi jika ingin meningkatkan kualitas guru melalui jalur
sertifikasi.
“Banyak variabel yang harus
dibenahi. Itu kuncinya. Kalau tidak, ya begini terus. Karena yang namanya
teknologi, apalagi bagi guru-guru di kampung, mungkin menjadi kendala karena
tidak semua daerah memiliki akses internet yang baik. Jadi memang banyak
tantangannya,” bebernya.
Ia menilai Dinas Pendidikan
harus membahas permasalahan ini secara menyeluruh, karena sertifikasi merupakan
kebutuhan penting bagi guru.
“Semua guru pasti ingin
sertifikasi. Ini merupakan kebutuhan pribadi dan hak mereka, apalagi berkaitan
dengan peningkatan penghasilan,” katanya.
“Kita harus cari solusi,
apakah syaratnya bisa dipermudah, terutama bagi guru yang sudah lama mengabdi
namun memiliki keterbatasan dalam mengoperasikan komputer,” tambahnya.
Yanuar menegaskan bahwa
Komisi V DPRD Lampung akan segera membahas hal ini bersama Dinas Pendidikan
untuk mencari solusi.
“Dengan data ini, kami akan
bicara dengan Dinas Pendidikan. Apa saja kendalanya, apa yang sudah mereka
lakukan. Jangan hanya bilang ini urusan pemerintah pusat, karena justru di
situlah peran kita di daerah, untuk menjembatani kebutuhan daerah ke pusat,”
tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Lanal Lampung Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran
Rabu, 21 Mei 2025 -
Lampung Prioritaskan Kebutuhan Pangan Lokal, Truk Pembawa Gabah Dihentikan
Rabu, 21 Mei 2025 -
Pemkot Bandar Lampung Resmi Mulai Revitalisasi Pasar Koga
Rabu, 21 Mei 2025 -
Gubernur Apresiasi Lampung Student Olympic di Universitas Teknokrat Indonesia
Rabu, 21 Mei 2025