• Sabtu, 19 April 2025

Polres Way Kanan Bantah Tidak Profesional Tangani Kasus Kematian Briptu EA

Rabu, 16 April 2025 - 16.43 WIB
104

Kasat Reskrim Polres Way Kanan, AKP Sigit Brazili, saat diwawancarai awak media, Rabu (16/4/2025). Foto: Yogi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Polres Way Kanan membantah terkait tudingan tidak profesional menangani kasus kematian almarhum Brigadir Polisi Satu (Briptu) EA yang meninggal dunia secara tidak wajar. 

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Way Kanan, AKP Sigit Brazili, mewakili Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang, Rabu (16/4/2025).

"Tidak ada yang namanya tidak profesional atau tidak transparan maupun diabaikan penanganan perkaranya, seperti dikatakan tim kuasa hukum keluarga korban Briptu EA yang tengah beredar tersebut," ujar AKP Sigit Brazili mengawali pernyataannya.

AKP Sigit menyebutkan, setelah dilakukan ekshumasi terhadap jenazah almarhum EA di TPU Kampung Banjar Masin Kecamatan Baradatu, Way Kanan pada tanggal 17 Maret 2025 lalu, saat ini masih menunggu hasil.

"Saat ini tim Bidokkes Polda Lampung bersama Satreskrim Polres Way Kanan masih bekerja secara ilmu kedokteran tentang penyebab kematian serta ada tidaknya kejanggalan, dengan pihak RSUD Ciamis Jawa Barat, disana ada ahli forensik yang bisa kita gunakan pendapatnya. Apapun hasil dari ekshumasi ini, nanti setelah keluar hasil akan kita sampaikan," terangnya.

BACA JUGA: Pengusutan Kasus Kematian Brigadir EA Diduga Tidak Transparan, Kuasa Hukum Laporkan Polres Way Kanan ke Polda Lampung

Ia menilai, jika sejak awal peristiwa, pihaknya bergerak cepat sesuai prosedur yang ada.

"Kami komunikasi dengan keluarga terus dilakukan, baik dengan istri almarhum maupun keluarga almarhum. Bahkan kami bersedia memenuhi permintaan ekshumasi keluarga meskipun sebelumnya saat awal kejadian keluarga dengan keras menolak pelaksanaan otopsi terhadap jenazah EA," paparnya.

"Keluarga besar EA, baik Istri maupun orang tua kandung EA menolak dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi, dan menyatakan menerima bahwa hal tersebut merupakan musibah. Namun sekitar sebulan kemudian mereka minta ekshumasi. Tetap dengan humanis dan keprofesionalan kami, kami penuhi permintaannya. Nah sekarang masih proses menunggu hasil ekshumasi yang sudah dilakukan," sambung AKP Sigit.

Kendati demikian, pihaknya memiliki harapan yang sama dengan pihak keluarga EA, yakni misteri kasus ini dapat diungkap tuntas.

"Meski demikian, sama seperti pihak keluarga korban, Polres Way Kanan tetap berupaya keras agar kasus ini berjalan sesuai harapan dan dapat diungkap tuntas," tukasnya. (*)