• Minggu, 06 April 2025

53 Kecelakaan Terjadi di Lampung Selama Arus Mudik Lebaran 2025

Sabtu, 05 April 2025 - 15.10 WIB
40

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, Foto:Ria/Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung melaporkan terjadi 53 kecelakaan sejak H-7 hingga H+1 lebaran tahun 2025.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo mengatakan, jika angka kecelakaan pada tahun 2025 ini mengalami peningkatan 2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Berdasarkan laporan harian posko Ditlantas, kecelakaan pada tahun 2024 ada 52 kejadian sedangkan tahun 2025 sebanyak 53 kejadian sehingga selisih sebanyak 1 kejadian atau tren naik 2 persen," katanya saat dimintai keterangan, Sabtu (5/4/2025). 

Menurutnya untuk korban meninggal dunia tahun 2024 sebanyak 18 orang sementara tahun 2025 sebanyak 11 orang sehingga selisih sebanyak 7 korban meninggal atau tren turun 39 persen. 

"Untuk korban luka berat tahun 2024 sebanyak 39 orang sedangkan tahun 2025 sebanyak 54 orang sehingga selisih sebanyak 15 korban luka berat atau tren naik 38 persen," sambungnya. 

Selanjutnya untuk korban luka ringan tahun 2024 sebanyak 64 orang sedangkan tahun 2025 sebanyak 55 orang sehingga selisih sebanyak 9 korban luka ringan atau trend turun 14 persen. 

"Untuk kerugian material tahun 2024 sebesar Rp383.700.000 sedangkan tahun 2025 sebanyak Rp354.300.000 sehingga selisih sebanyak Rp29.400.000 atau trend turun 8 persen," tutupnya. 

Sebelum nya Direktur Penegak Hukum (Dirgakkum) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigjen Raden Slamet Santoso mengatakan kecelakaan yang terjadi saat arus mudik lebaran mengalami penurunan sebanyak 31 persen.

Slamet menyebut bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakan pada arus mudik lebaran 2025 juga mengalami penurunan hingga 28 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Kecelakaan selama arus mudik paling banyak terjadi di jalur-jalur arteri dengan total 2334 kecelakan kendaraan roda dua dan 170 kecelakaan kendaraan roda empat atau lebih.

Menurut Slamet, peneyebab terjadinya kecelakaan dipicu oleh berbagai faktor diantaranya, pengemudi kurang bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan lain serta kurangnya konsentrasi ketika berkendara. (Ria)