• Jumat, 28 Maret 2025

Kakak Polisi yang Ditembak Oknum TNI di Lampung Bertemu Hotman Paris

Selasa, 25 Maret 2025 - 11.34 WIB
122

Tangis Parwati pecah saat menceritakan adiknya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto. Foto: Detik.com

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tangis Parwati pecah saat menceritakan adiknya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto, menjadi korban tewas saat menggerebek tempat sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negeri Batin, Way Kanan, Provinsi Lampung.

Parwati mengaku sangat dekat dengan almarhum.

"Dia adik bungsu saya, adik yang mempunyai kakak perempuan empat, saya mbaknya yang nomor 3, kebetulan adik saya itu sangat dekat sekali dengan saya, karena adik saya menganggap saya pengganti almarhum ibu kandung," kata Parwati dalam jumpa pers bersama Hotman Paris di Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (25/3/2025).

Parwati mengaku, pertama kali mendengar informasi sang adik ditembak pada Senin (17/3) lalu. Saat itu, kata Parwati, sang adik masih dalam kondisi sadar.

"Pada hari Senin, ketika saya habis buka puasa mendengar kabar pada pertama mendengar kabar katanya adik saya itu belum meninggal," ujarnya,

Kemudian, selang berikutnya, Parwati tak kuasa menahan tangis menceritakan kabar bahwa sang adik telah meninggal dunia. Dia mengaku mendengar informasi sang adik meninggal dunia di tempat.

"Setelah kedua mendapat kabar kedua bahwa adik saya gugur meninggal di tempat kejadian," kata Parwati.

Setelah kabar itu, Parwati langsung pergi menuju rumah Lusiyanto. Dia dan keluarga berangkat dari Palembang.

"Setelah kejadian kami langsung pulang, kami sekeluarga besar dari Palembang menuju rumah rumah orang tua saya, mbak saya," ungkapnya.

Seperti diketahui, tiga anggota Polres Way Kanan, Lampung, meninggal dunia karena ditembak saat menjalankan tugas menggerebek perjudian sabung ayam. Ketiga korban diduga ditembak oleh pemilik tempat sabung ayam.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3) pukul 16.50 WIB.

Adapun identitas ketiga korban adalah Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, serta Bripda Ghalib. Ketiganya diduga ditembak oleh pelaku di bagian kepala hingga meninggal dunia.

Oknum TNI yang diduga menembak tiga polisi itu juga telah ditangkap dan ditahan di Denpom Lampung. (*)