Lapor Pak Gubernur! Atlet Disabilitas Lampung Peraih Medali Peparnas 2024 Hingga Kini Belum Terima Bonus

Oko Minaldi B, atlet tenis meja kursi roda asal Bandar Lampung hingga saat ini masih menantikan bonus yang dijanjikan Pemprov Lampung. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dua atlet disabilitas Lampung yang telah
mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII
2024 di Solo, Jawa Tengah, masih menantikan janji yang belum terpenuhi. Oko
Minaldi B, atlet tenis meja kursi roda asal Bandar Lampung, dan Muhammad Aswari
Nugroho, atlet lompat jauh asal Lampung Timur, hingga kini belum menerima bonus
atas perjuangan mereka yang berhasil menyumbangkan dua medali perak bagi
Provinsi Lampung.
Menurut Oko Minaldi B, Peparnas 2024 yang digelar pada 6-13 Oktober tahun
lalu menjadi ajang pembuktian bagi para atlet disabilitas seperti dirinya dari
seluruh Indonesia. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat juang
mereka tak terbantahkan. Sayangnya, pasca kompetisi, penghargaan yang
dijanjikan oleh pemerintah daerah masih menggantung tanpa kejelasan.
"Sampai saat ini kami belum menerima bonus yang dijanjikan kepada
kami," ungkap Oko Minaldi B kepada Kupastuntas.co, Senin (24/03/2025).
Ia menjelaskan bahwa setelah kompetisi berakhir, Dinas Pemuda dan Olahraga
(Dispora) Lampung menginformasikan bahwa bonus bagi atlet yang meraih medali
akan segera diproses melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Pada Januari 2025, Oko dan Aswari sempat dipanggil Dispora dan diberitahu
bahwa penyerahan bonus akan dilakukan bersamaan dengan atlet-atlet PON
Aceh-Sumut pada 3 Februari 2025 di Mahan Agung, kediaman resmi Gubernur
Lampung.
Namun, sehari sebelum acara, pada 2 Februari 2025, mereka mendapat kabar
bahwa penyerahan bonus ditunda menunggu arahan dari Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal. Harapan bahwa Gubernur sendiri yang akan menyerahkan bonus
secara langsung menjadi alasan penundaan tersebut. Sayangnya, hingga kini belum
ada kejelasan lebih lanjut mengenai pencairan hak mereka.
"Kami sangat berharap bonus ini bisa kami terima sebelum Lebaran tahun
ini. Kami sudah berjuang sekuat tenaga demi nama Lampung. Semoga pemerintah
segera memberikan kejelasan," ujar Oko Minaldi B.
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lampung, Descatama Paksi Moeda,
dana untuk bonus kedua atlet tersebut sebenarnya sudah tersedia.
"Soal bonus untuk kedua atlet itu, dananya sudah ada. Sudah tidak ada
masalah. Kami akan berupaya agar yang memberikan penghargaan itu Bapak Gubernur
atau paling tidak Ibu Wakil Gubernur. Kami juga akan mengupayakan agar
pencairannya dilakukan secepatnya setelah Lebaran," ujarnya melalui
sambungan telepon.
Penundaan pencairan bonus bagi atlet bukan kali pertama terjadi di Lampung.
Pada 2022, kasus serupa menimpa atlet senam Sutjiati Narendra, yang meraih dua
medali emas di PON Papua, tetapi harus menunggu berbulan-bulan sebelum bonusnya
cair.
Kasus serupa juga terjadi di Papua, di mana bonus atlet PON XXI mengalami
penundaan akibat menunggu penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) 2025. Namun, hal ini tidak menghilangkan fakta bahwa atlet adalah
pahlawan olahraga yang seharusnya mendapatkan hak mereka tanpa penundaan.
Saat ini, Oko dan Aswari hanya bisa berharap agar Gubernur Lampung segera
memberikan kepastian. Bonus yang mereka nantikan bukan sekadar bentuk
penghargaan, tetapi juga simbol apresiasi atas perjuangan dan dedikasi mereka
dalam mengharumkan nama daerah.
Akankah harapan mereka terwujud sebelum Lebaran? Semua kini bergantung pada
kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Australia Bantai Indonesia 5-1
Kamis, 20 Maret 2025 -
Gol di Menit Akhir, Bawa Persikomet Metro Juara Liga 4 Lampung 2025
Minggu, 09 Februari 2025 -
Laga Panas! TS Saiburai Tantang AD Sport di Semifinal Liga 4 Lampung
Jumat, 07 Februari 2025 -
Liga 4 Lampung, TS Saiburai Cukur Garuda Lampung City 9-1
Senin, 03 Februari 2025