• Selasa, 01 April 2025

Bank Sampah di Desa Gunung Sari Tanggamus Terbengkalai, Warga Keluhkan Bau Busuk dan Serbuan Lalat

Minggu, 23 Maret 2025 - 11.11 WIB
23

Penampakan tumpukan sampah di tempat yang seharusnya menjadi bank sampah justru terbengkalai, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Harapan warga Pekon (Desa) Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu, untuk memiliki bank sampah yang bermanfaat kini sirna. Bangunan yang menelan anggaran lebih dari Rp100 juta itu kini terbengkalai, dipenuhi sampah berserakan, menebarkan bau busuk, dan mengundang kawanan lalat. Bukannya menjadi solusi pengelolaan sampah, fasilitas ini justru merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi memprihatinkan. Tumpukan sampah menggunung di sekitar bangunan, sebagian besar plastik dan limbah rumah tangga dibiarkan membusuk. Aroma menyengat menusuk hidung, sementara lalat beterbangan di mana-mana, membuat warga sekitar merasa tidak nyaman.

Arif (35), warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya. "Dulu katanya Bank Sampah ini akan membantu kami mengelola sampah dan bisa jadi sumber penghasilan. Tapi nyatanya malah jadi sumber masalah. Bangunan ini mangkrak, sampah berserakan, baunya menyengat, dan sekarang malah jadi sarang lalat. Kami benar-benar dirugikan," ujarnya dengan nada kesal, Minggu (23/3/2025).

Siti (40), ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. "Setiap hari kami harus menghadapi bau busuk ini. Lalat-lalat makin banyak, sampai masuk ke rumah. Kami takut ini bisa menimbulkan penyakit. Kalau tidak ada kelanjutan, lebih baik bangunan ini dibersihkan atau dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna," katanya.

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Mereka meminta agar ada audit terhadap penggunaan dana proyek tersebut dan solusi konkret agar bangunan tidak terus terbengkalai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pekon maupun kecamatan mengenai nasib Bank Sampah tersebut. Warga pun hanya bisa berharap ada langkah cepat sebelum dampaknya semakin buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. (*)