Lampung ke-61, MUI: Fokus pada Pembangunan Infrastruktur, Penanganan Banjir dan Keberagaman Dijaga

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Moh Mukri. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung akan merayakan hari jadinya yang ke-61 pada tanggal 18 Maret 2025. Sebagai salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang kaya akan potensi alam dan sumber daya, usia yang sudah cukup matang ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pencapaian-pencapaian yang telah diraih, serta merancang langkah-langkah strategis guna memajukan Lampung di masa depan.
Masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan pun mulai menyampaikan harapan dan masukan untuk memajukan provinsi ini.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Moh Mukri, menyampaikan beberapa harapan besar bagi kemajuan Lampung di usia yang ke-61 ini.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh gubernur baru Lampung untuk mewujudkan provinsi yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah infrastruktur, khususnya kondisi jalan yang rusak.
"Kondisi jalan yang rusak harus menjadi perhatian utama, karena ini merupakan urat nadi perekonomian dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya. Senin (17/3/2025).
Selain itu, Mukri juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Lampung.
"Keberagaman di Lampung harus tetap dijaga dengan baik, karena keharmonisan di antara berbagai suku, agama, dan budaya adalah salah satu kekuatan utama provinsi ini,” jelasnya.
Harapan ini mencerminkan keinginan agar Lampung tetap menjadi provinsi yang kondusif, di mana masyarakatnya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai.
Harapan lain yang turut disampaikan oleh Mukri adalah agar Lampung tetap mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional.
"Lampung harus terus menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertaniannya agar tetap menjadi lumbung pangan yang andal bagi Indonesia. Jika sektor pertanian ini dijaga dengan baik, tentu akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi ini,” kata Mukri.
Selain isu infrastruktur dan keberagaman, masalah banjir menjadi topik penting yang harus mendapat perhatian serius.
Akhir-akhir ini, beberapa daerah di Lampung yang sebelumnya tidak terdampak banjir, kini harus menghadapi ancaman tersebut. Fenomena banjir ini menjadi masalah yang harus segera ditangani dengan langkah-langkah kongkrit.
Mukri menyarankan agar Lampung belajar dari kebijakan yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat dalam penanganan masalah banjir. Salah satu langkah yang terbukti efektif di Jawa Barat adalah pelebaran sungai dan penataan bangunan yang mempersempit aliran sungai.
"Penataan bangunan yang tidak sesuai harus dibongkar. Langkah ini harus dilakukan dengan tegas dan berani agar aliran sungai tidak terhambat dan banjir bisa dicegah," katanya.
Selain itu, perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menangani masalah ini.
"Pemerintah daerah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan bisa efektif dalam mengurangi risiko banjir di seluruh wilayah Lampung," tandas Mukri. (*)
Berita Lainnya
-
Jenazah Kapolsek dan Dua Anggota Polisi Way Kanan Dibawa ke RS Bhayangkara, Kapolda Lampung Turun ke TKP
Senin, 17 Maret 2025 -
Semarak Ramadhan, Pemkot Bandar Lampung Gelar Lomba Tilawatil Qur’an, Hafalan Surat Pendek dan Adzan
Senin, 17 Maret 2025 -
Minyakita Tak Sesuai Takaran Ditemukan di Lampung Selatan, DPRD Minta Aparat Bertindak Tegas
Senin, 17 Maret 2025 -
Mahyudin Sebut Banyak Pihak Lain Ikut Nikmati Aliran Dana Korupsi Insentif Satpol PP Lamsel
Senin, 17 Maret 2025