• Kamis, 27 Februari 2025

Tingkatkan Minat Baca Anak, Busa Pustaka Hadirkan Akses Buku Hingga Pelosok

Kamis, 27 Februari 2025 - 16.06 WIB
29

Pendiri Busa Pustaka, Adi Surwono (kaos biru). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rendahnya minat baca di Indonesia masih menjadi tantangan, terutama di daerah pelosok yang sulit mendapatkan akses buku. Untuk mengatasi masalah ini, komunitas Busa Pustaka hadir dengan berbagai inisiatif guna meningkatkan literasi anak-anak.

Pendiri Busa Pustaka, Adi Surwono mengatakan, minat membaca anak-anak tidaklah rendah, namun akses terhadap buku menjadi faktor utama dalam membangun kebiasaan membaca.

"Kami ingin memastikan anak-anak, terutama di pelosok, bisa mendapatkan bacaan berkualitas tanpa harus pergi jauh,” ujar Adi, saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2025).

Melalui perpustakaan keliling dan pojok baca yang mereka dirikan, Busa Pustaka menyediakan beragam buku, mulai dari cerita anak, buku pelajaran, hingga literatur berbahasa daerah.

"Kami juga menyediakan buku-buku berbahasa Lampung agar generasi muda tetap akrab dengan bahasa daerahnya. Ini penting agar mereka tidak hanya membaca, tetapi juga merasa bangga dengan identitas budaya mereka,” tambah Adi.

Selain menyediakan buku, komunitas ini juga mengadakan berbagai kegiatan menarik agar anak-anak lebih antusias dalam membaca. Kegiatan seperti sesi mendongeng, diskusi buku, dan lomba menulis cerita menjadi strategi untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini.

"Kami tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga membuat kegiatan menarik seperti membaca bersama dan menggambar. Dengan begitu, anak-anak merasa membaca adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan paksaan,” jelasnya.

Menurut Adi, anak-anak yang terlibat dalam program literasi ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan membaca dan menulis. "Dengan membaca, anak-anak bisa bermimpi lebih besar," katanya.

Meski demikian, tantangan dalam hal pendanaan. Oleh karena itu, Busa Pustaka terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk berkontribusi dalam menjalani kegiatan pembelajaran Busa Pustaka.

Adi berharap program literasi ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah yang masih minim akses terhadap buku.

"Kami ingin membangun lebih banyak titik baca di desa-desa terpencil. Harapannya, semakin banyak anak-anak yang tertarik membaca, karena literasi adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)