• Rabu, 26 Februari 2025

Waspada! Ada 99 Kasus DBD di Lampung Selatan dalam 2 Bulan

Rabu, 26 Februari 2025 - 16.17 WIB
18

Waspada! Ada 99 Kasus DBD di Lampung Selatan dalam 2 Bulan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan mencatat sebanyak 99 kasus demam berdarah dengue (DBD) dari bulan Januari hingga Februari 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lampung Selatan, Jamal, mengatakan data tersebut tercatat per tanggal 1 Januari hingga 26 Februari 2025.

"Jumlah keseluruhan data penyakit DBD terdapat 99 kasus," ujar Jamal, saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).

Rinciannya, kasus DBD bulan Januari di Kelurahan Way Urang terdapat 7 kasus, Kecamatan Sidomulyo 4 kasus, Kecamatan Katibung 1 kasus, Kecamatan Tanjung Sari 4 kasus, Kecamatan Merbau Mataram 5 kasus.

Di Kecamatan Palas ada 1 kasus, Kelurahan Kalianda 7 kasus, Desa Branti 3 kasus, Desa Natar 2 kasus, Desa Karang Anyar 2 kasus, Desa Ketapang 1 kasus, dan Desa Bakauheni 1 kasus.

Desa Bumidaya mencatat 3 kasus, Desa Kaliasin 7 kasus, Desa Penengahan 2 kasus, Desa Sinar Rejeki 1 kasus, Desa Tanjung Agung 6 kasus, Desa Rajabasa 4 kasus, dan Desa Hajimena 1 kasus.

"Per tanggal 1 hingga 31 Januari 2025, total ada 62 kasus," sambung Jamal.

Selanjutnya, data kasus DBD per tanggal 1 hingga 26 Februari 2025 adalah sebagai berikut: Kelurahan Way Urang 7 kasus, Desa Hajimena 4 kasus, Kecamatan Katibung 2 kasus, Kecamatan Tanjung Sari 5 kasus.

Kemudian, di Kecamatan Way Panji terdapat 1 kasus, Kelurahan Kalianda 7 kasus, Kecamatan Sidomulyo 3 kasus, Kecamatan Penengahan 4 kasus, Kecamatan Ketapang 3 kasus, dan Kecamatan Sragi 1 kasus.

"Hingga tanggal 26 Februari 2025, total ada 37 kasus," kata Jamal.

Disinggung mengenai apakah ada temuan kasus DBD hingga menyebabkan kematian, Jamal menjawab bahwa dari total 99 kasus tidak ada kematian.

"Tidak ada. Harapannya, tidak ada yang meninggal," pinta Jamal.

Jamal menjelaskan, langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat antara lain melakukan pengasapan dengan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Selain itu, menebarkan abate pada genangan air yang sulit dikeringkan untuk membunuh jentik nyamuk, serta memberikan penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan barang bekas yang memiliki nilai ekonomi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas agar menjaga kebersihan lingkungan supaya tidak ada tempat nyamuk bertelur dan berkembang biak," tutup Jamal. (*)